Arsip Vivekananda

Kepada Sekuntum Violet Awal

Jilid8 poem
71 kata · 1 menit baca · Writings: Prose and Poems

Terjemahan ini dihasilkan dengan bantuan AI dan dapat mengandung kesalahan. Untuk teks rujukan, harap merujuk pada teks asli berbahasa Inggris.

AI-translated. May contain errors. For accurate text, refer to the original English.

Bahasa Indonesia

Tak peduli walau ranjangmu adalah tanah yang membeku,

Mantelmu adalah hempasan angin yang menggigilkan;

Tak peduli walau tiada teman yang menghibur jalanmu,

Langitmu diselimuti kemuraman;

Tak peduli walau cinta itu sendiri pun gagal,

Harummu tertebar dengan sia-sia;

Tak peduli walau yang buruk mengalahkan yang baik,

Dan keburukan merajai keutamaan:

Janganlah ubah hakikatmu, wahai bunga yang lembut,

Wahai violet yang manis dan suci,

Melainkan curahkanlah selalu wewangianmu yang manis

Tanpa diminta, tanpa berhemat, dengan pasti!

## Referensi

English

What though thy bed be frozen earth,

Thy cloak the chilling blast;

What though no mate to cheer thy path,

Thy sky with gloom o'ercast;

What though if love itself doth fail,

Thy fragrance strewed in vain;

What though if bad o'er good prevail,

And vice o'er virtue reign:

Change not thy nature, gentle bloom,

Thou violet, sweet and pure,

But ever pour thy sweet perfume

Unasked, unstinted, sure!

## References


Teks bersumber dari Wikisource, domain publik. Diterbitkan pertama kali oleh Advaita Ashrama.