XXVIII Ibu
Terjemahan ini dihasilkan dengan bantuan AI dan dapat mengandung kesalahan. Untuk teks rujukan, harap merujuk pada teks asli berbahasa Inggris.
AI-translated. May contain errors. For accurate text, refer to the original English.
Bahasa Indonesia
XXVIII
Kepada Ny. G. W. Hale
C/O MRS. J. J. BAGLEY, ANNISQUAM
20 Agustus 1894
IBUNDA YANG TERKASIH,
Surat-surat Ibu baru saja sampai kepada saya. Saya menerima beberapa surat yang indah dari India. Surat dari Ajit Singh (Raja Khetri, seorang murid Swami yang sangat berbakti.) menunjukkan bahwa fonograf itu belum sampai, dan surat itu bertanggal 8 Juni. Maka saya kira belum waktunya untuk mendapatkan jawaban. Saya tidak heran teman-teman saya meminta Cook & Sons untuk mencari saya; saya sudah lama tidak menulis surat.
Saya menerima sepucuk surat dari Madras yang mengatakan bahwa mereka akan segera mengirimkan uang kepada Narasimha (Narasimhacharya. Lihat surat tertanggal [6]14 Februari 1894.) — sesungguhnya, segera setelah mereka menerima balasan atas surat mereka yang ditujukan kepada Narasimha. Maka mohon beri tahu Narasimha tentang hal itu. Foto-foto itu belum sampai kepada saya — kecuali dua foto Fishkill ketika saya berada di sana terakhir kali. Landsberg (Leon Landsberg. Lihat surat tertanggal [7]28 Juni 1894.) telah berbaik hati mengirimkan surat-surat itu. Dari sini saya barangkali akan pergi ke Fishkill. Pipa meerschaum[8]* itu tidak saya kirimkan secara langsung, melainkan saya serahkan kepada keluarga Guernsey. Dan mereka adalah keluarga yang malas dalam hal itu.
Saya menerima surat-surat yang indah dari para suster.
Omong-omong, para misionaris Ibu berusaha menjadikan saya seorang pembangkang di hadapan pemerintah Inggris di India, dan Letnan Gubernur Benggala dalam sebuah pidato baru-baru ini menyiratkan bahwa kebangkitan Hinduisme akhir-akhir ini bertentangan dengan pemerintah. Semoga Tuhan memberkati sang misionaris. Segala sesuatu sah dalam cinta dan (agama?).
Kata Shri berarti "yang beruntung", "yang diberkati", dan sebagainya. Paramahamsa adalah gelar bagi seorang Sannyasi (pertapa pelepas dunia) yang telah mencapai tujuan, yakni telah merealisasi Tuhan. Saya tidaklah diberkati maupun telah mencapai tujuan itu; tetapi mereka hanya bersikap santun, itu saja. Saya akan segera menulis surat kepada saudara-saudara saya di India. Saya begitu malas, dan saya tidak dapat mengirimkan omong kosong dari koran hari demi hari.
Saya menginginkan sedikit ketenangan, tetapi tampaknya itu bukanlah kehendak Tuhan. Di Greenacre saya harus berbicara rata-rata 7 sampai 8 jam sehari — itulah istirahat, kalaupun itu pernah disebut istirahat. Tetapi itu berasal dari Tuhan, dan hal itu membawa serta kekuatan.
Tidak banyak yang ingin saya tulis, dan saya tidak ingat apa pun yang saya katakan atau lakukan di semua tempat ini. Maka saya berharap untuk dimaafkan.
Setidaknya saya akan berada di sini beberapa hari lagi, oleh karena itu saya kira akan lebih baik jika surat-surat saya dikirimkan ke sini.
Saya kini hampir menjadi pusing setelah membaca tumpukan surat yang berat dan besar, maka maafkanlah coretan saya yang tergesa-gesa ini.
Selalu dengan penuh kasih sayang,
SWAMI VIVEKANANDA.
English
XXVIII
To Mrs. G. W. Hale
C/O MRS. J. J. BAGLEY, ANNISQUAM
20 August 1894
DEAR MOTHER
Your letters just now reached me. I had some beautiful letters from India. The letter from Ajit Singh (The Raja of Khetri, a very devoted disciple of the Swami.) shows that the phonograph has not reached yet, and it was dated 8th June. So I do not think it is time yet to get an answer. I am not astonished at my friends' asking Cook & Sons to hunt for me; I have not written for a long time.
I have a letter from Madras which says they will soon send money to Narasimha (Narasimhacharya. Vide the letter dated [6]February 14, 1894.) — in fact, as soon as they get a reply to their letter written to Narasimha. So kindly let Narasimha know it. The photographs have not reached me — except two of Fishkill when I was there last. Landsberg (Leon Landsberg. Vide the letter dated [7]June 28, 1894.) has kindly sent over the letters. From here I will probably go over to Fishkill. The meerschaum[8]* was not sent over by me direct, but I left it to the Guernseys. And they are a lazy family in that respect.
I have beautiful letters from the sisters.
By the by, your missionaries try to make me a malcontent before the English government in India, and the Lieutenant Governor of Bengal in a recent speech hinted that the recent revival of Hinduism was against the government. Lord bless the missionary. Everything is fair in love and (religion?).
The word Shri means "of good fortune", "blessed", etc. Paramahamsa is a title for a Sannyâsi who has reached the goal, i.e. realized God. Neither am I blessed nor have I reached the goal; but they are courteous, that is all. I will soon write to my brothers in India. I am so lazy, and I cannot send over the newspaper nonsense day after day.
I want a little quiet, but it is not the will of the Lord, it seems. At Greenacre I had to talk on an average 7 to 8 hours a day — that was rest, if it ever was. But it was of the Lord, and that brings vigour along with it.
I have not much to write, and I do not remember anything of what I said or did all these places over. So I hope to be excused.
I will be here a few days more at least, and therefore I think it would be better to send over my mail here.
I have now almost become dizzy through the perusal of a heavy and big mail, so excuse my hasty scrawl.
Ever affectionately yours,
SWAMI VIVEKANANDA.
Teks bersumber dari Wikisource, domain publik. Diterbitkan pertama kali oleh Advaita Ashrama.