Arsip Vivekananda

XXIII Ibu

Jilid9 letter
470 kata · 2 menit baca · Letters - Fifth Series

Terjemahan ini dihasilkan dengan bantuan AI dan dapat mengandung kesalahan. Untuk teks rujukan, harap merujuk pada teks asli berbahasa Inggris.

AI-translated. May contain errors. For accurate text, refer to the original English.

Bahasa Indonesia

XXIII

Kepada Nyonya G. W. Hale

C/O LEON LANDSBERG

144 MADISON AVENUE

NEW YORK

1 Juli 1894

IBUNDA TERKASIH,

Saya berharap pada saat ini Anda telah menetap dengan tenang. Anak-anak baik-baik saja di Mudville (Kenosha, Wisconsin) — di biara mereka, saya yakin. Di sini cuaca sangat panas, tetapi sesekali bertiup angin sepoi yang menyejukkannya. Saat ini saya tinggal bersama Nona [Mary A.] Phillips. Saya akan berpindah dari sini pada hari Selasa ke tempat lain.

Di sini saya menemukan sebuah kutipan dari pidato Sir Monier Williams, guru besar bahasa Sanskerta di Universitas Oxford. Sungguh aneh kutipan ini datang dari seseorang yang setiap hari menantikan saat seluruh India berpindah ke agama Kristen. "Namun, sebuah ciri khas Hinduisme yang sangat menonjol adalah bahwa ia tidak menuntut maupun berupaya membuat orang berpindah keyakinan. Hinduisme juga sama sekali tidak sedang menyusut jumlahnya pada saat ini, dan tidak pula terdesak keluar dari medan oleh dua agama penyiar seperti Muhamadanisme [sic] dan Kekristenan. Sebaliknya, saat ini ia justru berkembang pesat. Dan yang jauh lebih menakjubkan daripada ini adalah bahwa ia bersifat serba-menerima, serba-merangkul, dan serba-mencakup. Ia mengklaim sebagai satu-satunya agama kemanusiaan, agama kodrat manusia, agama seluruh dunia. Ia tidak peduli untuk menentang kemajuan Kekristenan maupun agama lain mana pun. Sebab ia tidak mengalami kesulitan untuk menyertakan semua agama lain di dalam pelukannya yang serba-merangkul dan lipatannya yang kian meluas. Dan sesungguhnya Hinduisme memiliki sesuatu untuk ditawarkan yang cocok bagi segala jenis akal budi. Kekuatannya justru terletak pada daya adaptasinya yang tak terbatas terhadap keragaman tak terbatas dari watak dan kecenderungan manusia. Ia memiliki sisi yang sangat spiritual dan abstrak yang cocok bagi golongan atas yang berfilsafat. Sisi praktis dan konkretnya cocok bagi orang yang sibuk berurusan dan orang yang berkecimpung di dunia. Sisi estetis dan seremonialnya cocok bagi orang yang berperasaan puitis dan berimajinasi. Sisinya yang tenang dan kontemplatif cocok bagi orang yang cinta damai dan menyukai keterpencilan.

"Sungguh, orang-orang Hindu sudah menjadi penganut Spinoza 2.000 tahun sebelum kelahiran Spinoza, penganut Darwin berabad-abad sebelum kelahiran Darwin, dan penganut evolusi berabad-abad sebelum doktrin evolusi diterima oleh para Huxley di zaman kita, dan sebelum kata apa pun seperti evolusi ada dalam bahasa mana pun di dunia."

Kutipan ini, yang datang dari salah satu pembela Kekristenan yang paling gigih, sungguh menakjubkan. Namun, tampaknya ia telah menangkap gagasan itu dengan cukup tepat.

Sekarang saya akan mengirimkan jubah jingga itu hari ini; adapun buku-buku yang sampai kepada saya dari Philadelphia, saya rasa buku-buku itu sama sekali tidak layak untuk dikirimkan. Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan selanjutnya. Menanti dengan sabar dan menyerahkan diri kepada bimbingan-Nya — itulah moto saya. Salam kasih saya untuk Anda semua.

Putra Anda yang penuh kasih,

VIVEKANANDA

English

XXIII

To Mrs. G. W. Hale

C/O LEON LANDSBERG

144 MADISON AVENUE

NEW YORK

1 July 1894

DEAR MOTHER,

Hope you are settled down in peace by this time. The babies are doing well in Mudville (Kenosha, Wisconsin) — in their nunnery, I am sure. It is very hot here, but now and then a breeze comes up which cools it down. I am now with Miss [Mary A.] Phillips. Will move off from here on Tuesday to another place.

Here I find a quotation from a speech by Sir Monier Williams, professor of Sanskrit in the Oxford University. It is very strange as coming from one who every day expects to see the whole of India converted to Christianity. "And yet it is a remarkable characteristic of Hinduism that it neither requires nor attempts to make converts. Nor is it at present by any means decreasing in numbers, nor is it being driven out of the field by two such proselytizing religions as Mahomedanism [sic] and Christianity. On the contrary, it is at present rapidly increasing. And far more remarkable than this is that, it is all-receptive, all-embracing and all-comprehensive. It claims to be the one religion of humanity, of human nature, of the entire world. It cares not to oppose the progress of Christianity nor of any other religion. For it has no difficulty in including all other religions within its all-embracing arms and ever-widening fold. And in real fact Hinduism has something to offer which is suited to all minds. Its very strength lies in its infinite adaptability to the infinite diversity of human characters and human tendencies. It has its highly spiritual and abstract side suited to the philosophical higher classes. Its practical and concrete side suited to the man of affairs and the man of the world. Its aesthetic and ceremonial side suited to the man of poetic feeling and imagination. Its quiescent and contemplative side suited to the man of peace and lover of seclusion.

"Indeed, the Hindus were Spinozists 2,000 years before the birth of Spinoza, Darwinians centuries before the birth of Darwin, and evolutionists centuries before the doctrine of evolution had been accepted by the Huxleys of our time, and before any word like evolution existed in any language of the world."

This, as coming from one of the staunchest defenders of Christianity, is wonderful indeed. But he seems to have got the idea quite correct.

Now I am going to send up the orange coat today; as for the books that came to me from Philadelphia, I do not think they are worthy of being sent at all. I do not know what I am going to do next. Patiently wait and resign myself unto His guidance — that is my motto. My love to you all.

Your affectionate son,

VIVEKANANDA


Teks bersumber dari Wikisource, domain publik. Diterbitkan pertama kali oleh Advaita Ashrama.