Arsip Vivekananda

XIV Diwanji Saheb

Jilid8 letter
345 kata · 1 menit baca · Epistles - Fourth Series

Terjemahan ini dihasilkan dengan bantuan AI dan dapat mengandung kesalahan. Untuk teks rujukan, harap merujuk pada teks asli berbahasa Inggris.

AI-translated. May contain errors. For accurate text, refer to the original English.

Bahasa Indonesia

XIV

Kepada Shri Haridas Viharidas Desai

BOMBAY,

22 Mei 1893.

DIWANJI SAHEB TERKASIH,

Saya tiba di Bombay beberapa hari yang lalu dan akan berangkat dalam beberapa hari lagi. Sahabat Anda, tuan Banya yang Anda kirimi surat untuk akomodasi rumah, menulis untuk menyatakan bahwa rumahnya sudah penuh oleh tamu-tamu dan sebagian dari mereka sedang sakit serta bahwa ia sangat menyesal tidak dapat menampung saya. Bagaimanapun, kami telah memperoleh tempat yang nyaman dan berventilasi baik.

. . . Sekretaris Pribadi H. H. dari Khetri dan saya kini tinggal bersama. Saya tidak dapat mengungkapkan rasa terima kasih saya kepadanya atas cinta dan kebaikannya kepada saya. Ia adalah apa yang mereka sebut Tazimi Sardar di Rajputana, yakni salah seorang dari mereka yang oleh para Raja diterima dengan bangkit dari tempat duduknya. Walau demikian ia begitu bersahaja, dan terkadang pelayanannya kepada saya membuat saya hampir merasa malu.

. . . Sering, sangat sering, kita melihat bahwa bahkan orang-orang terbaik pun ditimpa kesusahan dan kunjungan kesengsaraan di dunia ini; hal itu mungkin tidak dapat dijelaskan; namun pengalaman hidup saya juga menunjukkan bahwa jantung dan inti dari segala sesuatu di sini adalah baik, bahwa apa pun gelombang permukaannya, jauh di dalam dan mendasari segala sesuatu, terdapat fondasi kebaikan dan cinta yang tak terhingga; dan selama kita belum mencapai fondasi itu, kita tetap dirundung gelisah; tetapi sekali kita telah mencapai zona ketenangan itu, biarlah angin mengaum dan badai mengamuk. Rumah yang dibangun di atas batu kekal tidak dapat goyah. Saya sungguh percaya bahwa seorang yang baik, tidak egois, dan kudus seperti Anda, yang seluruh hidupnya telah dipersembahkan untuk berbuat baik kepada orang lain, telah mencapai fondasi keteguhan ini yang oleh Tuhan sendiri di dalam Gita disebut sebagai "beristirahat di dalam Brahman (Realitas mutlak)".

Semoga pukulan-pukulan yang telah Anda terima menarik Anda lebih dekat kepada Wujud itu yang merupakan satu-satunya yang patut dicintai di sini dan di akhirat, sehingga Anda dapat menyadari-Nya dalam segala sesuatu di masa lalu, masa kini, dan masa depan, serta menemukan segala sesuatu yang hadir maupun yang hilang di dalam Dia dan hanya di dalam Dia. Amin!

Hormat penuh kasih,

VIVEKANANDA.

English

XIV

To Shri Haridas Viharidas Desai

BOMBAY,

22nd May, 1893.

DEAR DIWANJI SAHEB,

Reached Bombay a few days ago and would start off in a few days. Your friend, the Banya gentleman to whom you wrote for the house accommodation, writes to say that his house is already full of guests and some of them are ill and that he is very sorry he cannot accommodate me. After all we have got a nice, airy place.

. . . The Private Secretary of H. H. of Khetri and I are now residing together. I cannot express my gratitude to him for his love and kindness to me. He is what they call a Tazimi Sardar in Rajputana, i.e. one of those whom the Rajas receive by rising from their seats. Still he is so simple, and sometimes his service for me makes me almost ashamed.

. . . Often and often, we see that the very best of men even are troubled and visited with tribulations in this world; it may be inexplicable; but it is also the experience of my life that the heart and core of everything here is good, that whatever may be the surface waves, deep down and underlying everything, there is an infinite basis of goodness and love; and so long as we do not reach that basis, we are troubled; but having once reached that zone of calmness, let winds howl and tempests rage. The house which is built on a rock of ages cannot shake. I thoroughly believe that a good, unselfish and holy man like you, whose whole life has been devoted to doing good to others, has already reached this basis of firmness which the Lord Himself has styled as "rest upon Brahman" in the Gita.

May the blows you have received draw you closer to that Being who is the only one to be loved here and hereafter, so that you may realise Him in everything past, present, and future, and find everything present or lost in Him and Him alone. Amen!

Yours affectionately,

VIVEKANANDA.


Teks bersumber dari Wikisource, domain publik. Diterbitkan pertama kali oleh Advaita Ashrama.