Arsip Vivekananda

Selasa, 2 Juli

Jilid7 lecture
429 kata · 2 menit baca · Inspired Talks

Terjemahan ini dihasilkan dengan bantuan AI dan dapat mengandung kesalahan. Untuk teks rujukan, harap merujuk pada teks asli berbahasa Inggris.

AI-translated. May contain errors. For accurate text, refer to the original English.

Bahasa Indonesia

(DICATAT OLEH NONA S. E. WALDO, SEORANG MURID)

SELASA, 2 Juli 1895. (Sang Ibu Ilahi.)

Para Shakta memuja Energi Semesta sebagai Ibu, nama termanis yang mereka kenal; karena ibu adalah cita-cita tertinggi kewanitaan di India. Ketika Tuhan dipuja sebagai "Ibu", sebagai Kasih, umat Hindu menyebutnya jalan "tangan kanan", dan jalan ini menghantar kepada kerohanian namun tidak pernah kepada kemakmuran material. Ketika Tuhan dipuja pada sisi-Nya yang dahsyat, yakni dalam jalan "tangan kiri", jalan ini biasanya menghantar kepada kemakmuran material yang besar, namun jarang sekali kepada kerohanian; dan pada akhirnya jalan ini menghantar kepada kemerosotan dan kepunahan bangsa yang menjalaninya.

Ibu adalah perwujudan pertama dari daya dan dipandang sebagai gagasan yang lebih tinggi daripada bapa. Dengan nama Ibu muncullah gagasan tentang Shakti, Energi Ilahi dan Kemahakuasaan, sebagaimana bayi meyakini ibunya mahakuasa, mampu melakukan segala sesuatu. Sang Ibu Ilahi adalah kundalini (energi laten — daya yang "tergulung") yang sedang tertidur di dalam diri kita; tanpa memuja-Nya kita tidak akan pernah mampu mengenal diri kita sendiri. Maha penyayang, mahakuasa, mahahadir adalah sifat-sifat Sang Ibu Ilahi. Dialah jumlah total energi di alam semesta. Setiap perwujudan daya di alam semesta adalah "Ibu". Dialah kehidupan, Dialah kecerdasan, Dialah Kasih. Dia berada di alam semesta namun terpisah darinya. Dia adalah pribadi dan dapat dilihat serta dikenal (sebagaimana Sri Ramakrishna melihat dan mengenal-Nya). Dengan berpijak teguh pada gagasan Ibu, kita dapat melakukan segala sesuatu. Dia segera menjawab doa.

Dia dapat menampakkan diri kepada kita dalam wujud apa pun pada saat mana pun. Sang Ibu Ilahi dapat memiliki wujud (Rupa) dan nama (Nama) atau nama tanpa wujud; dan ketika kita memuja-Nya dalam pelbagai aspek ini, kita dapat naik menuju Ada yang murni, yang tidak memiliki wujud maupun nama.

Jumlah total seluruh sel dalam suatu organisme adalah satu pribadi; demikianlah setiap jiwa seumpama satu sel dan jumlah dari mereka semua adalah Tuhan, dan di luar itu terdapat Yang Mutlak. Lautan yang tenang adalah Yang Mutlak; lautan yang sama dalam gelombang adalah Sang Ibu Ilahi. Dialah waktu, ruang, dan kausalitas. Tuhan adalah Ibu dan memiliki dua kodrat, yang terkondisi dan yang tak terkondisi. Sebagai yang pertama, Dia adalah Tuhan, alam, dan jiwa (manusia). Sebagai yang kedua, Dia tidak dikenal dan tidak dapat dikenal. Dari Yang Tak Terkondisi muncullah trinitas — Tuhan, alam, dan jiwa, segitiga keberadaan. Inilah gagasan kaum Vishishtadvaita.

Setitik dari Ibu, setetes saja, adalah Krishna, setetes yang lain adalah Buddha, setetes yang lain lagi adalah Kristus. Pemujaan terhadap satu percikan saja dari Ibu yang ada dalam ibu duniawi kita menghantar kepada keagungan. Pujalah Dia jika Anda mendambakan kasih dan kebijaksanaan.

English

(RECORDED BY MISS S. E. WALDO, A DISCIPLE)

TUESDAY, July 2, 1895. (The Divine Mother.)

Shâktas worship the Universal Energy as Mother, the sweetest name they know; for the mother is the highest ideal of womanhood in India. When God is worshipped as "Mother", as Love, the Hindus call it the "right-handed" way, and it leads to spirituality but never to material prosperity. When God is worshipped on His terrible side, that is, in the "left-handed" way, it leads usually to great material prosperity, but rarely to spirituality; and eventually it leads to degeneration and the obliteration of the race that practices it.

Mother is the first manifestation of power and is considered a higher idea than father. With the name of Mother comes the idea of Shakti, Divine Energy and Omnipotence, just as the baby believes its mother to be all-powerful, able to do anything. The Divine Mother is the Kundalini ("coiled up" power) sleeping in us; without worshipping Her we can never know ourselves. All-merciful, all-powerful, omnipresent are attributes of Divine Mother. She is the sum total of the energy in the universe. Every manifestation of power in the universe is "Mother". She is life, She is intelligence, She is Love. She is in the universe yet separate from it. She is a person and can be seen and known (as Shri Ramakrishna saw and knew Her). Established in the idea of Mother, we can do anything. She quickly answers prayer.

She can show; Herself to us in any form at any moment. Divine Mother can have form (Rupa) and name (Nâma) or name without form; and as we worship Her in these various aspects we can rise to pure Being, having neither form nor name.

The sum total of all the cells in an organism is one person; so each soul is like one cell and the sum of them is God, and beyond that is the Absolute. The sea calm is the Absolute; the same sea in waves is Divine Mother. She is time, space, and causation. God is Mother and has two natures, the conditioned and the unconditioned. As the former, She is God, nature, and soul (man). As the latter, She is unknown and unknowable. Out of the Unconditioned came the trinity — God, nature, and soul, the triangle of existence. This is the Vishishtâdvaitist idea.

A bit of Mother, a drop, was Krishna, another was Buddha, another was Christ. The worship of even one spark of Mother in our earthly mother leads to greatness. Worship Her if you want love and wisdom.


Teks bersumber dari Wikisource, domain publik. Diterbitkan pertama kali oleh Advaita Ashrama.