Tentang Mantra dan Mantra-Chaitanya
Terjemahan ini dihasilkan dengan bantuan AI dan dapat mengandung kesalahan. Untuk teks rujukan, harap merujuk pada teks asli berbahasa Inggris.
AI-translated. May contain errors. For accurate text, refer to the original English.
Bahasa Indonesia
Para Mantra-shastri (yaitu para pemegang dan penganut teori Mantra) percaya bahwa beberapa kata tertentu telah diturunkan secara turun-temurun melalui rangkaian para guru dan para murid, dan bahwa sekadar pengucapan dari kata-kata tersebut saja sudah akan menuntun seseorang kepada suatu bentuk penyadaran spiritual. Terdapat dua makna yang berbeda dari kata Mantra-chaitanya. Menurut sebagian pendapat, jika Anda mempraktikkan pengulangan suatu Mantra tertentu, Anda akan dapat melihat Ishta-devata yang merupakan objek atau dewa dari Mantra tersebut. Tetapi menurut pendapat yang lain, kata itu memiliki arti bahwa jika Anda mempraktikkan pengulangan suatu Mantra tertentu yang diterima dari seorang Guru yang tidak kompeten, Anda harus melakukan upacara-upacara tertentu yang dengannya Mantra tersebut akan menjadi Chetana atau hidup, dan barulah kemudian pengulangannya akan membuahkan keberhasilan. Mantra-mantra yang berbeda, ketika mereka demikian "hidup", menunjukkan tanda-tanda yang berbeda pula, tetapi tanda umumnya adalah bahwa seseorang akan dapat mengulanginya untuk waktu yang lama tanpa merasakan ketegangan apa pun, dan bahwa pikirannya akan dengan sangat cepat terpusat. Hal ini menyangkut perihal Mantra-mantra Tantrika.
Sejak zaman Veda, dua pendapat yang berbeda telah dianut perihal Mantra. Yaska dan yang lainnya berpendapat bahwa Veda memiliki makna, tetapi para Mantra-shastri kuno mengatakan bahwa mantra-mantra itu sama sekali tidak memiliki makna, dan bahwa penggunaannya hanya terdiri dari mengucapkannya dalam kaitannya dengan persembahan-persembahan tertentu, yang ketika itulah ia pasti akan menghasilkan efek dalam bentuk berbagai kenikmatan material atau pengetahuan spiritual. Yang terakhir, yaitu pengetahuan spiritual, muncul dari pengucapan Upanishad-upanishad.
English
The Mantra - shastris (upholders of the Mantra theory) believe that some words have been handed down through a succession of teachers and disciples, and the mere utterance of them will lead to some form of realisation. There are two different meanings of the word Mantra - chaitanya. According to some, if you practise the repetition of a certain Mantra, you will see the Ishta - devata who is the object or deity of that Mantra. But according to others, the word means that if you practise the repetition of a certain Mantra received from a Guru not competent, you will have to perform certain ceremonials by which that Mantra will become Chetana or living, and then its repetition will be successful. Different Mantras, when they are thus "living", show different signs, but the general sign is that one will be able to repeat it for a long time without feeling any strain and that his mind will very soon be concentrated. This is about the Tantrika Mantras.
From the time of the Vedas, two different opinions have been held about Mantras. Yaska and others say that the Vedas have meanings, but the ancient Mantra - shastris say that they have no meaning, and that their use consists only in uttering them in connection with certain sacrifices, when they will surely produce effect in the form of various material enjoyments or spiritual knowledge. The latter arises from the utterance of the Upanishads.
Teks bersumber dari Wikisource, domain publik. Diterbitkan pertama kali oleh Advaita Ashrama.