Arsip Vivekananda

Tentang Konsepsi-konsepsi Ketuhanan

Jilid7 lecture
147 kata · 1 menit baca · Notes of Class Talks and Lectures

Terjemahan ini dihasilkan dengan bantuan AI dan dapat mengandung kesalahan. Untuk teks rujukan, harap merujuk pada teks asli berbahasa Inggris.

AI-translated. May contain errors. For accurate text, refer to the original English.

Bahasa Indonesia

Kerinduan batin manusia adalah menemukan seseorang yang bebas, yakni yang berada melampaui hukum-hukum alam. Para penganut Vedanta percaya pada Ishvara Kekal semacam itu, sedangkan para penganut Buddha dan Sankhya hanya percaya pada Janyeshvara (Tuhan yang diciptakan), yaitu Tuhan yang dahulunya adalah seorang manusia, tetapi telah menjadi Tuhan melalui latihan spiritual. Kitab-kitab Purana mendamaikan kedua kedudukan ini melalui doktrin Inkarnasi. Artinya, mereka mengatakan bahwa Janyeshvara tidak lain adalah Ishvara Nitya (Kekal), yang melalui maya (ilusi kosmik) mengambil wujud sebagai Janyeshvara. Argumen kaum Sankhya terhadap doktrin Ishvara Kekal, yakni "bagaimana sebuah jiwa yang telah terbebaskan dapat menciptakan alam semesta", didasarkan pada landasan yang keliru. Sebab Anda tidak dapat menentukan apa pun kepada jiwa yang telah terbebaskan. Ia bebas, yaitu, ia boleh melakukan apa pun yang ia kehendaki. Menurut Vedanta, para Janyeshvara tidak dapat menciptakan, memelihara, atau menghancurkan alam semesta.

English

Man's inner hankering is to find some one who is free, that is, beyond the laws of nature. The Vedantins believe in such an Eternal Ishvara, while the Buddhists and the Sankhyas believe only a Janyeshvara (created God), that is, a God who was a man before, but has become God through spiritual practice. The Puranas reconcile these two positions by the doctrine of Incarna - tion. That is, they say that the Janyeshvara is nothing but the Nitya (Eternal) Ishvara, taking by Maya the form of a Janyeshvara. The argument of the Sankhyas against the doctrine of Eternal Ishvara, viz "how a liberated soul can create the universe", is based on false grounds. For you cannot dictate anything to a liberated soul. He is free, that is, he may do whatever he likes. According to the Vedanta, the Janyeshvaras cannot create, preserve, or destroy the universe.


Teks bersumber dari Wikisource, domain publik. Diterbitkan pertama kali oleh Advaita Ashrama.