Sekte-Sekte dan Doktrin-Doktrin di India
Terjemahan ini dihasilkan dengan bantuan AI dan dapat mengandung kesalahan. Untuk teks rujukan, harap merujuk pada teks asli berbahasa Inggris.
AI-translated. May contain errors. For accurate text, refer to the original English.
Bahasa Indonesia
SEKTE DAN DOKTRIN DI INDIA
(Harvard Crimson, 17 Mei 1894)
Swami Vivekananda, sang biarawan Hindu, menyampaikan pidato kemarin malam di Sever Hall di bawah naungan Harvard Religious Union. Pidato itu sangat menarik; suara yang jernih dan fasih dari sang pembicara, serta penyampaiannya yang rendah dan sungguh-sungguh, menjadikan kata-katanya sangat mengesankan.
Ada berbagai sekte dan doktrin di India, kata Vivekananda, sebagian di antaranya menerima teori tentang Tuhan yang bersifat pribadi, dan sebagian lain meyakini bahwa Tuhan dan alam semesta adalah satu; tetapi sekte mana pun yang dianut orang Hindu, ia tidak mengatakan bahwa keyakinannya adalah satu-satunya yang benar, dan bahwa semua keyakinan lain pasti salah. Ia percaya bahwa ada banyak jalan untuk sampai kepada Tuhan; bahwa seorang manusia yang benar-benar religius bangkit di atas pertikaian-pertikaian kecil antara sekte atau syahadat. Di India, jika seseorang percaya bahwa ia adalah roh, sebuah jiwa, dan bukan tubuh, maka ia dikatakan memiliki agama, dan tidak sebelum itu.
Untuk menjadi seorang biarawan di India, mutlak diperlukan kehilangan segala pikiran tentang tubuh; memandang manusia lain sebagai jiwa-jiwa. Maka para biarawan tidak pernah dapat menikah. Dua sumpah diucapkan ketika seseorang menjadi biarawan, yaitu kemiskinan dan kesucian. Ia tidak diperkenankan menerima atau memiliki uang dalam bentuk apa pun. Upacara pertama yang harus dilakukan ketika bergabung dengan ordo itu adalah dibakar dalam bentuk patung tiruan, yang dianggap menghancurkan untuk selama-lamanya tubuh, nama, dan kasta yang lama. Setelah itu orang itu menerima nama baru, dan diperkenankan pergi keluar untuk berkhotbah atau melakukan perjalanan, tetapi tidak boleh mengambil uang untuk apa yang ia lakukan.
English
SECTS AND DOCTRINES IN INDIA
(Harvard Crimson, May 17, 1894)
Swami Vivekananda, the Hindoo monk, gave an address last evening in Sever Hall under the auspices of the Harvard Religious Union. The address was very interesting, the clear and eloquent voice of the speaker, and his low, earnest delivery making his words singularly impressive.
There are various sects and doctrines in India, said Vivekananda, some of which accept the theory of a personal God, and others which believe that God and the universe are one; but whatever sect the Hindoo belongs to he does not say that his is the only right belief, and that all others must be wrong. He believes that there are many ways of coming to God; that a man who is truly religious rises above the petty quarrels of sects or creed. In India if a man believes that he is a spirit, a soul, and not a body, then he is said to have religion and not till then.
To become a monk in India it is necessary to lose all thought of the body; to look upon other human beings as souls. So monks can never marry. Two vows are taken when a man becomes a monk, poverty and chastity. He is not allowed to receive or possess any money whatever. The first ceremony to be performed on joining the order is to be burnt in effigy, which supposed to destroy once for all the old body, name and caste. The man then receives a new name, and is allowed to go forth and preach or travel, but must take no money for what he does.
Teks bersumber dari Wikisource, domain publik. Diterbitkan pertama kali oleh Advaita Ashrama.