Catatan dari Berbagai Ceramah
Terjemahan ini dihasilkan dengan bantuan AI dan dapat mengandung kesalahan. Untuk teks rujukan, harap merujuk pada teks asli berbahasa Inggris.
AI-translated. May contain errors. For accurate text, refer to the original English.
Bahasa Indonesia
CATATAN DARI BERBAGAI KULIAH
(New Discoveries, Vol. 6, hlm. 209-10.)
[Catatan kuliah lepas Mr. Frank Rhodehamel, yang sebagian besarnya tampaknya berkaitan dengan bab kedua Bhagavad-Gita]
"Kerohanian tidak akan pernah dapat dicapai sebelum kebendaan lenyap." Wacana pertama dalam Gita dapat dipahami secara alegoris. "Veda hanya mengajarkan hal-hal yang ada dalam alam, hanya mengajarkan tentang alam." Kita senantiasa membiarkan sentimen merebut tempat kewajiban, sambil membohongi diri sendiri bahwa kita bertindak sebagai tanggapan atas cinta sejati. Kita harus melampaui emosionalitas jika kita ingin mampu melepaskan keduniawian. Emosi adalah milik hewan. Mereka sepenuhnya makhluk yang dikuasai emosi. Mati demi anak-anaknya bukanlah pengorbanan yang bermutu tinggi. Hewan pun melakukannya, dan sama sigapnya dengan ibu manusia mana pun. Hal itu bukanlah tanda cinta yang sesungguhnya; hanyalah emosi buta belaka.
Kita selamanya berusaha membuat kelemahan kita tampak seperti kekuatan, sentimen kita tampak seperti cinta, kepengecutan kita tampak seperti keberanian, dan seterusnya.
Katakanlah kepada jiwa Anda perihal segala kesia-siaan, kelemahan, dan sebagainya, "Ini tidak pantas bagimu. Ini tidak pantas bagimu".
English
REMARKS FROM VARIOUS LECTURES
(New Discoveries, Vol. 6, pp. 209-10.)
[Mr. Frank Rhodehamel’s random lecture notes, most of which seem to pertain to chapter two of the Bhagavad-Gitâ]
"Spirituality can never be attained until materiality is gone." The first discourse in the Gita can be taken allegorically. "The Vedas only teach of things in nature, only teach of nature." We are always letting sentiment usurp the place of duty, and flattering ourselves that we are acting in response to true love. We must get beyond emotionalism if we would be able to renounce. Emotion belongs to the animals. They are creatures of emotion entirely. It is not sacrifice of a high order to die for one's young. The animals do that, and just as readily as any human mother ever did. It is no sign of real love to do that; merely blind emotion.
We are forever trying to make our weakness look like strength, our sentiment like love, our cowardice like courage, etc.
Say to your soul in regard to vanities, weaknesses, etc., "This does not befit thee. This does not befit thee".
Teks bersumber dari Wikisource, domain publik. Diterbitkan pertama kali oleh Advaita Ashrama.