Arsip Vivekananda

III Tuan

Jilid9 letter
267 kata · 1 menit baca · Letters - Fifth Series

Terjemahan ini dihasilkan dengan bantuan AI dan dapat mengandung kesalahan. Untuk teks rujukan, harap merujuk pada teks asli berbahasa Inggris.

AI-translated. May contain errors. For accurate text, refer to the original English.

Bahasa Indonesia

III

(Diterjemahkan dari bahasa Bengali)

Kepada Balaram Bose

Sembah sujud kepada Bhagavan Sri Ramakrishna

GHAZIPUR

Februari 1890

TUAN YANG TERHORMAT,

Saya telah menerima sepucuk surat tanpa nama yang tidak dapat saya lacak kembali kepada jiwa raksasa yang menulisnya. Sungguh, sepatutnya orang menaruh hormat kepada manusia semacam itu. Ia yang menganggap seorang jiwa agung seperti Pavhari Baba tidak lebih dari air dalam tapak kaki, ia yang tidak memiliki apa pun untuk dipelajari di dunia ini dan yang merasa hina jika diajar oleh manusia lain mana pun — sungguh, penjelmaan baru semacam itu harus dikunjungi. Saya berharap, jika pemerintah sampai menemukan jati diri orang ini, ia akan ditangani dengan perhatian khusus dan ditempatkan di taman [kebun binatang] Alipore. Jika Anda kebetulan mengenal orang ini, sudilah Anda memintanya untuk memberkati saya, agar bahkan seekor anjing atau serigala pun dapat menjadi Guru saya — apalagi jiwa agung seperti Pavhari Baba.

Saya memiliki banyak hal untuk dipelajari. Guru saya dahulu berkata: "Selama saya hidup, selama itu pula saya belajar." Sampaikan juga kepada orang ini bahwa sayang sekali saya tidak memiliki waktu untuk "menyeberangi tujuh lautan dan tiga belas sungai" atau untuk pergi ke Sri Lanka demi tidur setelah menuangkan minyak ke dalam lubang hidung.[6]*

Pelayan Anda,

NARENDRA

P.S. Sudilah Anda meminta agar air mawar didatangkan dari kediaman Ishan Babu [Ishan Chandra Mukherjee] jika ada penundaan [dalam pengirimannya ke Math Baranagore]. Bunga-bunga mawar itu masih belum mekar. Air mawar itu baru saja dikirimkan ke kediaman Ishan Babu.

English

III

(Translated from Bengali)

To Balaram Bose

Salutation to Bhagavan Shri Ramakrishna

GHAZIPUR

February 1890

RESPECTED SIR,

I have received an anonymous letter which I have been unable to trace back to the gigantic soul who wrote it. Indeed, one should pay homage to such a man. He who considers a great soul like Pavhari Baba to be no more than water in a hoof print, he who has nothing to learn in this world and who feels it a disgrace to be taught by any other man — truly, such a new incarnation must be visited. I hope that if the government should discover the identity of this person, he will be handled with special care and be placed in the Alipore garden [zoo]. If you happen to know this man, please ask him to bless me, so that even a dog or a jackal may be my Guru — not to speak of a great soul like Pavhari Baba.

I have many things to learn. My master used to say: "As long as I live, so long do I learn". Also please tell this fellow that unfortunately I do not have the time to "cross the seven seas and thirteen rivers" or to go to Sri Lanka in order to sleep after having put oil in the nostrils.[6]*

Your servant,

NARENDRA

P.S. Please have the rose-water brought from Ishan Babu's [Ishan Chandra Mukherjee's] residence if there is delay [in their sending it to the Baranagore Math]. The roses are still not in bloom. The rose-water has just been sent to the residence of Ishan Babu.


Teks bersumber dari Wikisource, domain publik. Diterbitkan pertama kali oleh Advaita Ashrama.