Arsip Vivekananda

XXVII Alasinga

Jilid7 letter
323 kata · 1 menit baca · Epistles - Third Series

Terjemahan ini dihasilkan dengan bantuan AI dan dapat mengandung kesalahan. Untuk teks rujukan, harap merujuk pada teks asli berbahasa Inggris.

AI-translated. May contain errors. For accurate text, refer to the original English.

Bahasa Indonesia

XXVII

1895.

ALASINGA YANG TERKASIH,

Kami tidak memiliki organisasi, dan kami pun tidak ingin membangunnya. Setiap orang sepenuhnya merdeka untuk mengajar, sepenuhnya bebas untuk mengkhotbahkan apa pun yang ia, baik pria maupun wanita, kehendaki.

Apabila Anda memiliki semangat di dalam diri, Anda tidak akan pernah gagal menarik orang lain. Metode kaum Teosof tidak mungkin menjadi metode kami, dengan alasan yang sangat sederhana, yakni mereka adalah sekte yang terorganisasi, sedangkan kami bukan.

Individualitas adalah moto saya. Saya tidak memiliki ambisi selain melatih individu-individu. Saya hanya tahu sedikit; yang sedikit itu saya ajarkan tanpa menahan apa pun; pada bagian-bagian yang saya tidak tahu, saya mengakuinya sebagaimana adanya, dan tidak ada yang lebih menggembirakan saya selain ketika saya mendapati orang-orang dibantu oleh kaum Teosof, Kristen, Muslim, atau siapa pun di dunia ini. Saya adalah seorang sannyasin (pertapa pelepas dunia); sebagai sannyasin saya menganggap diri saya pelayan, bukan tuan di dunia ini. . . . Jika orang-orang mengasihi saya, mereka diterima dengan tangan terbuka; jika mereka membenci, mereka juga diterima.

Setiap orang harus menyelamatkan dirinya sendiri, setiap orang harus melakukan pekerjaannya sendiri. Saya tidak mencari pertolongan, saya tidak menolak pertolongan apa pun. Saya pun tidak memiliki hak apa pun di dunia ini untuk ditolong. Siapa pun yang telah menolong saya atau akan menolong saya, itu adalah rahmat mereka kepada saya, bukan hak saya, dan karena itulah saya bersyukur untuk selama-lamanya.

Ketika saya menjadi sannyasin, saya mengambil langkah itu dengan sadar, mengetahui bahwa tubuh ini suatu saat akan mati kelaparan. Apa peduli akan hal itu, saya adalah seorang pengemis. Sahabat-sahabat saya adalah orang-orang miskin, saya mengasihi orang-orang miskin, saya menyambut kemiskinan. Saya bersyukur bahwa terkadang saya harus kelaparan. Saya tidak meminta pertolongan dari siapa pun. Apa gunanya? Kebenaran akan mengkhotbahkan dirinya sendiri, ia tidak akan mati karena tidak adanya tangan saya yang menolongnya! "Dengan memandang kebahagiaan dan kesengsaraan sama, dengan memandang keberhasilan dan kegagalan sama, berjuanglah engkau" (Gita). Yakni kasih yang kekal, ketenangan batin yang tidak terganggu dalam segala keadaan, dan kebebasan sempurna dari kecemburuan atau permusuhan itulah yang akan berbicara. Itulah yang akan berbicara, tidak ada yang lain.

Salam Anda,

VIVEKANANDA.

English

XXVII

1895.

DEAR ALASINGA,

We have no organisation, nor want to build any. Each one is quite independent to teach, quite free to preach whatever he or she likes.

If you have the spirit within, you will never fail to attract others. Theosophists' method can never be ours, for the very simple reason that they are an organised sect, we are not.

Individuality is my motto. I have no ambition beyond training individuals up. I know very little; that little I teach without reserve; where I am ignorant, I confess it as such, and never am I so glad as when I find people being helped by Theosophists, Christians, Mohammedans, or anybody in the world. I am a Sannyasin; as such I consider myself as a servant, not as a master in the world. . . . If people love me, they are welcome, if they hate, they are also welcome.

Each one will have to save himself, each one to do his own work. I seek no help, I reject none. Nor have I any right in the world to be helped. Whosoever has helped me or will help, it will be their mercy to me, not my right, and as such I am eternally grateful.

When I became a Sannyasin, I consciously took the step, knowing that this body would have to die of starvation. What of that, I am a beggar. My friends are poor, I love the poor, I welcome poverty. I am glad that I sometimes have to starve. I ask help of none. What is the use? Truth will preach itself, it will not die for the want of the helping hands of me! "Making happiness and misery the same, making success and failure the same, fight thou on" (Gita). It is that eternal love, unruffled equanimity under all circumstances, and perfect freedom from jealousy or animosity that will tell. That will tell, nothing else.

Yours,

VIVEKANANDA.


Teks bersumber dari Wikisource, domain publik. Diterbitkan pertama kali oleh Advaita Ashrama.