XXX Kali
Terjemahan ini dihasilkan dengan bantuan AI dan dapat mengandung kesalahan. Untuk teks rujukan, harap merujuk pada teks asli berbahasa Inggris.
AI-translated. May contain errors. For accurate text, refer to the original English.
Bahasa Indonesia
XXX
(Diterjemahkan dari Bahasa Bengali)
Salam kepada Bhagavan Ramakrishna!
GHAZIPUR,
2 April 1890.
KALI (ABHEDANANDA) YANG TERKASIH,
Senang menerima suratmu juga surat Pramada Babu dan Baburam (Premananda). Saya dalam keadaan cukup baik di sini. Engkau telah menyatakan keinginan untuk bertemu saya. Saya pun memiliki kerinduan yang serupa, dan justru itulah yang membuat saya takut untuk pergi. Selain itu, Babaji melarang saya untuk melakukannya. Saya akan berusaha pergi untuk beberapa hari sebagai izin darinya. Namun ada kekhawatiran ini bahwa dengan melakukan hal itu saya akan terbawa ke pegunungan oleh daya tarik yang saya rasakan terhadap Hrishikesh, dan akan sangat sulit untuk melepaskannya, terlebih bagi seseorang yang lemah hati seperti saya. Serangan sakit pinggang pun tak mau meninggalkan saya dengan cara apa pun — sungguh menyusahkan! Tetapi saya sudah terbiasa dengan itu. Mohon sampaikan salam hormat saya yang tak terhitung kepada Pramada Babu; persahabatannya sangat menguntungkan bagi pikiran maupun tubuh saya. Dan saya sungguh berhutang budi kepadanya. Segala sesuatu akan ada jalannya, bagaimanapun keadaannya.
Dengan harapan terbaik,
Saudaramu yang penuh kasih,
VIVEKANANDA.
English
XXX
(Translated from Bengali)
Salutation to Bhagavan Ramakrishna!
GHAZIPUR,
2nd April, 1890.
MY DEAR KALI (ABHEDANANDA),
Glad to receive your letter as well as Pramada Babu's and Baburam's (Premananda's). I am doing pretty well here. You have expressed a desire to see me. I too have a similar longing, and it is this that makes me afraid of going. Moreover, the Babaji forbids me to do so. I shall try to go on a few days' leave from him. But there is this fear that by so doing I shall be drawn up to the hills by the attraction I have for Hrishikesh, and it will be very difficult to shake it off, specially for one weak-minded, you see, like myself. The attack of lumbago, too, will not leave me on any account — a botheration! But then I am getting used to it. Please convey my countless salutations to Pramada Babu; his is a friendship which greatly benefits both my mind and body. And I am particularly indebted to him. Things will turn up some way, anyhow.
With best wishes,
Yours affectionately,
VIVEKANANDA.
Teks bersumber dari Wikisource, domain publik. Diterbitkan pertama kali oleh Advaita Ashrama.