Arsip Vivekananda

Catatan tentang Vedanta

Jilid6 lecture
270 kata · 1 menit baca · Notes of Class Talks and Lectures

Terjemahan ini dihasilkan dengan bantuan AI dan dapat mengandung kesalahan. Untuk teks rujukan, harap merujuk pada teks asli berbahasa Inggris.

AI-translated. May contain errors. For accurate text, refer to the original English.

Bahasa Indonesia

Ciri-ciri pokok agama Hindu berlandaskan pada filsafat meditatif dan spekulatif serta ajaran etika yang terkandung dalam berbagai kitab Weda, yang menyatakan bahwa alam semesta tidak terbatas dalam ruang dan abadi dalam waktu. Ia tidak pernah memiliki awal, dan ia tidak akan pernah memiliki akhir. Tak terhitung banyaknya manifestasi kekuatan Roh di alam materi, kekuatan Yang Tak Terbatas di ranah yang terbatas, namun Yang Tak Terbatas itu sendiri bersifat mandiri, abadi, dan tidak berubah. Perjalanan waktu tidak meninggalkan bekas apa pun pada jam kekekalan. Dalam wilayah supraindrawinya, yang sama sekali tidak dapat dipahami oleh pemahaman manusia, tidak ada masa lalu dan tidak ada masa depan.

Weda mengajarkan bahwa jiwa manusia adalah abadi. Tubuh tunduk pada hukum pertumbuhan dan kelapukan; apa yang tumbuh pasti akan lapuk. Namun roh yang bersemayam di dalamnya berkaitan dengan kehidupan yang tak terbatas dan abadi; ia tidak pernah memiliki awal, dan ia tidak akan pernah memiliki akhir. Salah satu perbedaan utama antara agama Weda dan agama Kristen adalah bahwa agama Kristen mengajarkan bahwa setiap jiwa manusia memiliki awalnya pada saat kelahirannya ke dunia ini; sedangkan agama Weda menyatakan bahwa roh manusia adalah pancaran dari Wujud Yang Abadi dan tidak lebih memiliki awal daripada Tuhan itu sendiri. Tak terhitung banyaknya, dan akan terus tak terhitung, manifestasinya dalam perjalanannya dari satu kepribadian ke kepribadian lain, tunduk pada hukum besar evolusi spiritual, hingga ia mencapai kesempurnaan, ketika tidak ada lagi perubahan.

English

The cardinal features of the Hindu religion are founded on the meditative and speculative philosophy and on the ethical teachings contained in the various books of the Vedas, which assert that the universe is infinite in space and eternal in duration. It never had a beginning, and it never will have an end. Innumerable have been the manifestations of the power of the Spirit in the realm of matter, of the force of the Infinite in the domain of the finite, but the Infinite Itself is self - existent, eternal, and unchangeable. The passage of time makes no mark whatever on the dial of eternity. In its supersensuous region, which cannot be comprehended at all by the human understanding, there is no past and there is no future.

The Vedas teach that the soul of man is immortal. The body is subject to the law of growth and decay; what grows must of necessity decay. But the indwelling spirit is related to the infinite and eternal life; it never had a beginning, and it will never have an end. One of the chief distinctions between the Vedic and the Christian religion is that the Christian religion teaches that each human soul had its beginning at its birth into this world; whereas the Vedic religion asserts that the spirit of man is an emanation of the Eternal Being and had no more a beginning than God Himself. Innumerable have been and will be its manifestations in its passage from one personality to another, subject to the great law of spiritual evolution, until it reaches perfection, when there is no more change.


Teks bersumber dari Wikisource, domain publik. Diterbitkan pertama kali oleh Advaita Ashrama.