Hindu dan Yunani
Terjemahan ini dihasilkan dengan bantuan AI dan dapat mengandung kesalahan. Untuk teks rujukan, harap merujuk pada teks asli berbahasa Inggris.
AI-translated. May contain errors. For accurate text, refer to the original English.
Bahasa Indonesia
Tiga pegunungan berdiri sebagai lambang kemajuan — Pegunungan Himalaya dari peradaban Indo-Arya, Sinai dari peradaban Ibrani, dan Olimpus dari peradaban Yunani. Ketika bangsa Arya tiba di India, mereka mendapati iklimnya begitu panas sehingga mereka tidak dapat bekerja tanpa henti, maka mereka mulai berpikir; dengan demikian mereka menjadi introspektif dan mengembangkan agama. Mereka menemukan bahwa tidak ada batas bagi kekuatan pikiran; oleh karena itu mereka berupaya untuk menguasainya; dan melaluinya mereka memahami bahwa ada sesuatu yang tak terbatas yang melingkar di dalam kerangka yang kita sebut manusia, yang sedang berusaha menjadi kinetik. Mengembangkan ini menjadi tujuan utama mereka. Cabang lain dari bangsa Arya pergi ke negeri Yunani yang lebih kecil dan lebih indah, di mana iklim dan kondisi alam lebih menguntungkan; sehingga aktivitas mereka mengarah ke luar, dan mereka mengembangkan seni-seni eksternal dan kebebasan lahiriah. Orang Yunani mencari kebebasan politik. Orang Hindu selalu mencari kebebasan spiritual. Keduanya berat sebelah. Orang India tidak cukup peduli dengan perlindungan nasional atau patriotisme, ia hanya akan membela agamanya; sementara bagi orang Yunani dan di Eropa (tempat peradaban Yunani menemukan kelanjutannya) negara adalah yang utama. Hanya peduli pada kebebasan spiritual dan tidak peduli pada kebebasan sosial adalah suatu kekurangan, namun sebaliknya adalah kekurangan yang jauh lebih besar. Kebebasan jiwa maupun tubuh harus diperjuangkan.
English
Three mountains stand as typical of progress — the Himalayas of Indo-aryan, Sinai of Hebrew, and Olympus of Greek civilisation. When the Aryans reached India, they found the climate so hot that they could not work incessantly, so they began to think; thus they became introspective and developed religion. They discovered that there was no limit to the power of mind; they therefore sought to master that; and through it they learnt that there was something infinite coiled up in the frame we call man, which was seeking to become kinetic. To evolve this became their chief aim. Another branch of the Aryans went into the smaller and more picturesque country of Greece, where the climate and natural conditions were more favorable; so their activity turned outwards, and they developed the external arts and outward liberty. The Greek sought political liberty. The Hindu has always sought spiritual liberty. Both are one - sided. The Indian cares not enough for national protection or patriotism, he will defend only his religion; while with the Greek and in Europe (where the Greek civilisation finds its continuation) the country comes first. To care only for spiritual liberty and not for social liberty is a defect, but the opposite is a still greater defect. Liberty of both soul and body is to be striven for.
Teks bersumber dari Wikisource, domain publik. Diterbitkan pertama kali oleh Advaita Ashrama.