Arsip Vivekananda

Kebebasan Diri

Jilid6 lecture
181 kata · 1 menit baca · Notes of Class Talks and Lectures

Terjemahan ini dihasilkan dengan bantuan AI dan dapat mengandung kesalahan. Untuk teks rujukan, harap merujuk pada teks asli berbahasa Inggris.

AI-translated. May contain errors. For accurate text, refer to the original English.

Bahasa Indonesia

Sebagaimana kita tidak dapat mengetahui bahwa kita memiliki mata kecuali melalui efeknya, demikian pula kita tidak dapat melihat Diri sejati (Atman) kecuali melalui efek-efeknya. Ia tidak dapat diturunkan ke tataran persepsi indra yang rendah. Ia adalah syarat bagi segala sesuatu di alam semesta, meskipun Ia sendiri tidak bersyarat. Ketika kita mengetahui bahwa kita adalah Atman, maka kita menjadi bebas. Atman tidak pernah berubah. Ia tidak dapat dipengaruhi oleh suatu sebab, karena Ia sendiri adalah sebab itu. Ia adalah yang menyebabkan dirinya sendiri. Jika kita dapat menemukan dalam diri kita sesuatu yang tidak dipengaruhi oleh sebab apa pun, maka kita telah mengenal Atman.

Kebebasan tidak terpisahkan dari keabadian. Untuk menjadi bebas, seseorang harus berada di atas hukum-hukum alam. Hukum ada selama kita dalam ketidaktahuan. Ketika pengetahuan datang, maka kita mengetahui bahwa hukum tidak lain adalah kebebasan dalam diri kita sendiri. Kehendak tidak pernah dapat bebas, karena ia adalah budak sebab dan akibat. Tetapi "Aku" di balik kehendak adalah bebas; dan inilah Atman. "Aku bebas" — itulah landasan untuk dibangun dan dihidupi. Dan kebebasan berarti keabadian.

English

As we cannot know except through effects that we have eyes, so we cannot see the Self except by Its effects. It cannot be brought down to the low plane of sense-perception. It is the condition of everything in the universe, though Itself unconditioned. When we know that we are the Self, then we are free. The Self can never change. It cannot be acted on by a cause, because It is Itself the cause. It is self-caused. If we can find in ourself something that is not acted on by any cause, then we have known the Self.

Freedom is inseparably connected with immortality. To be free one must be above the laws of nature. Law exists so long as we are ignorant. When knowledge comes, then we find that law nothing but freedom in ourselves. The will can never be free, because it is the slave of cause and effect. But the "I" behind the will is free; and this is the Self. "I am free"—that is the basis on which to build and live. And freedom means immortality.


Teks bersumber dari Wikisource, domain publik. Diterbitkan pertama kali oleh Advaita Ashrama.