Arsip Vivekananda

Siapa Tahu Bagaimana Sang Ibu Bermain!

Jilid5 poem
344 kata · 1 menit baca · Writings: Prose and Poems

Terjemahan ini dihasilkan dengan bantuan AI dan dapat mengandung kesalahan. Untuk teks rujukan, harap merujuk pada teks asli berbahasa Inggris.

AI-translated. May contain errors. For accurate text, refer to the original English.

Bahasa Indonesia

SIAPA YANG TAHU BAGAIMANA IBU BERMAIN!

Mungkinkah engkau seorang nabi —

Siapa tahu? Siapa berani menyentuh

Kedalaman tempat Sang Ibu menyembunyikan

Anak panah-Nya yang diam dan tak pernah gagal!

Mungkinkah sang anak sempat melihat sekilas

Bayangan-bayangan, di balik panggung,

Dengan mata yang berapi-api dan tegang,

Sosok-sosok yang gemetar — siap

Melompat ke depan dan menjadi

Peristiwa-peristiwa! tak tertahankan, perkasa.

Siapa yang tahu selain Sang Ibu, bagaimana,

Dan di mana, dan kapan, mereka datang?

Mungkinkah sang bijak yang bercahaya

Melihat lebih dari yang bisa ia ceritakan;

Siapa yang tahu, jiwa mana, dan kapan,

Sang Ibu jadikan takhta-Nya?

Hukum apa yang akan mengekang kebebasan?

Amal apa yang akan membimbing kehendak-Nya,

Yang keanehan-Nya adalah keteraturan tertinggi,

Yang kehendak-Nya adalah hukum yang tak tertahankan?

Kepada sang anak mungkin terbuka kemuliaan-kemuliaan

Yang belum pernah terbayangkan oleh sang ayah;

Mungkin berlipat seribu pada sang putri

Kekuatan-kekuatan-Nya Sang Ibu simpan.

Mungkinkah engkau seorang nabi —

Siapa tahu? Siapa berani menyentuh

Kedalaman tempat Sang Ibu menyembunyikan

Anak panah-Nya yang diam dan tak pernah gagal!

Mungkinkah sang anak sempat melihat sekilas

Bayangan-bayangan, di balik panggung,

Dengan mata yang berapi-api dan tegang,

Sosok-sosok yang gemetar — siap

Melompat ke depan dan menjadi

Peristiwa-peristiwa! tak tertahankan, perkasa.

Siapa yang tahu selain Sang Ibu, bagaimana,

Dan di mana, dan kapan, mereka datang?

Mungkinkah sang bijak yang bercahaya

Melihat lebih dari yang bisa ia ceritakan;

Siapa yang tahu, jiwa mana, dan kapan,

Sang Ibu jadikan takhta-Nya?

Hukum apa yang akan mengekang kebebasan?

Amal apa yang akan membimbing kehendak-Nya,

Yang keanehan-Nya adalah keteraturan tertinggi,

Yang kehendak-Nya adalah hukum yang tak tertahankan?

Kepada sang anak mungkin terbuka kemuliaan-kemuliaan

Yang belum pernah terbayangkan oleh sang ayah;

Mungkin berlipat seribu pada sang putri

Kekuatan-kekuatan-Nya Sang Ibu simpan.

Mungkinkah engkau seorang nabi —

Siapa tahu? Siapa berani menyentuh

Kedalaman tempat Sang Ibu menyembunyikan

Anak panah-Nya yang diam dan tak pernah gagal!

Mungkinkah sang anak sempat melihat sekilas

Bayangan-bayangan, di balik panggung,

Dengan mata yang berapi-api dan tegang,

Sosok-sosok yang gemetar — siap

Melompat ke depan dan menjadi

Peristiwa-peristiwa! tak tertahankan, perkasa.

Siapa yang tahu selain Sang Ibu, bagaimana,

Dan di mana, dan kapan, mereka datang?

Mungkinkah sang bijak yang bercahaya

Melihat lebih dari yang bisa ia ceritakan;

Siapa yang tahu, jiwa mana, dan kapan,

Sang Ibu jadikan takhta-Nya?

Hukum apa yang akan mengekang kebebasan?

Amal apa yang akan membimbing kehendak-Nya,

Yang keanehan-Nya adalah keteraturan tertinggi,

Yang kehendak-Nya adalah hukum yang tak tertahankan?

Kepada sang anak mungkin terbuka kemuliaan-kemuliaan

Yang belum pernah terbayangkan oleh sang ayah;

Mungkin berlipat seribu pada sang putri

Kekuatan-kekuatan-Nya Sang Ibu simpan.

English

WHO KNOWS HOW MOTHER PLAYS!

Perchance a prophet thou —

Who knows? Who dares touch

The depths where Mother hides

Her silent failless bolts!

Perchance the child had glimpse

Of shades, behind the scenes,

With eager eyes and strained,

Quivering forms—ready

To jump in front and be

Events! resistless, strong.

Who knows but Mother, how,

And where, and when, they come?

Perchance the shining sage

Saw more than he could tell;

Who knows, what soul, and when,

The Mother makes Her throne?

What law would freedom bind?

What merit guide Her will,

Whose freak is greatest order,

Whose will resistless law?

To child may glories ope

Which father never dreamt;

May thousandfold in daughter

Her powers Mother store.

Perchance a prophet thou —

Who knows? Who dares touch

The depths where Mother hides

Her silent failless bolts!

Perchance the child had glimpse

Of shades, behind the scenes,

With eager eyes and strained,

Quivering forms—ready

To jump in front and be

Events! resistless, strong.

Who knows but Mother, how,

And where, and when, they come?

Perchance the shining sage

Saw more than he could tell;

Who knows, what soul, and when,

The Mother makes Her throne?

What law would freedom bind?

What merit guide Her will,

Whose freak is greatest order,

Whose will resistless law?

To child may glories ope

Which father never dreamt;

May thousandfold in daughter

Her powers Mother store.

Perchance a prophet thou —

Who knows? Who dares touch

The depths where Mother hides

Her silent failless bolts!

Perchance the child had glimpse

Of shades, behind the scenes,

With eager eyes and strained,

Quivering forms—ready

To jump in front and be

Events! resistless, strong.

Who knows but Mother, how,

And where, and when, they come?

Perchance the shining sage

Saw more than he could tell;

Who knows, what soul, and when,

The Mother makes Her throne?

What law would freedom bind?

What merit guide Her will,

Whose freak is greatest order,

Whose will resistless law?

To child may glories ope

Which father never dreamt;

May thousandfold in daughter

Her powers Mother store.


Teks bersumber dari Wikisource, domain publik. Diterbitkan pertama kali oleh Advaita Ashrama.