Tentang Seni
Terjemahan ini dihasilkan dengan bantuan AI dan dapat mengandung kesalahan. Untuk teks rujukan, harap merujuk pada teks asli berbahasa Inggris.
AI-translated. May contain errors. For accurate text, refer to the original English.
Bahasa Indonesia
TENTANG SENI
Rahasia Seni Yunani terletak pada peniruan alam hingga ke detail terkecil; sedangkan rahasia Seni India terletak pada perwujudan ideal. Energi pelukis Yunani dicurahkan barangkali untuk melukis sepotong daging, dan ia begitu berhasil sehingga seekor anjing tertipu untuk menyangkanya sebagai sepotong daging nyata dan mendatanginya untuk menggigitnya. Kini, kemuliaan apa yang ada dalam sekadar meniru alam? Mengapa tidak meletakkan sepotong daging yang sesungguhnya di hadapan anjing itu?
Kecenderungan India, di sisi lain, untuk mewujudkan yang ideal, yang suprasensual, telah merosot menjadi melukis gambaran-gambaran yang aneh dan menyeramkan. Kini, Seni sejati dapat diumpamakan dengan bunga lily yang tumbuh dari tanah, mengambil makanan dari tanah, berhubungan dengan tanah, namun tetap berada jauh di atasnya. Demikianlah Seni harus berhubungan dengan alam — dan di mana pun hubungan itu terputus, Seni merosot — namun Seni harus berada di atas alam.
Seni adalah — perwujudan keindahan. Harus ada Seni dalam segala hal.
Perbedaan antara arsitektur dan bangunan biasa terletak pada kenyataan bahwa yang pertama mengungkapkan suatu gagasan, sementara yang terakhir hanyalah sebuah struktur yang dibangun berdasarkan prinsip-prinsip ekonomis. Nilai materi semata-mata bergantung pada kemampuannya mengungkapkan gagasan-gagasan.
Kemampuan artistik sangat berkembang dalam diri Tuhan kita Shri Ramakrishna, dan beliau biasa mengatakan bahwa tanpa kemampuan ini tidak seorang pun dapat benar-benar bersifat rohani.
English
ON ART
The secret of Greek Art is its imitation of nature even to the minutest details; whereas the secret of Indian Art is to represent the ideal. The energy of the Greek painter is spent in perhaps painting a piece of flesh, and he is so successful that a dog is deluded into taking it to be a real bit of meat and so goes to bite it. Now, what glory is there in merely imitating nature? Why not place an actual bit of flesh before the dog?
The Indian tendency, on the other hand, to represent the ideal, the supersensual, has become degraded into painting grotesque images. Now, true Art can be compared to a lily which springs from the ground, takes its nourishment from the ground, is in touch with the ground, and yet is quite high above it. So Art must be in touch with nature — and wherever that touch is gone, Art degenerates — yet it must be above nature.
Art is — representing the beautiful. There must be Art in everything.
The difference between architecture and building is that the former expresses an idea, while the latter is merely a structure built on economical principles. The value of matter depends solely on its capacities of expressing ideas.
The artistic faculty was highly developed in our Lord Shri Ramakrishna, and he used to say that without this faculty none can be truly spiritual.
Teks bersumber dari Wikisource, domain publik. Diterbitkan pertama kali oleh Advaita Ashrama.