Arsip Vivekananda

Bertahanlah Sejenak Lagi, Wahai Hati yang Pemberani

Jilid4 poem
369 kata · 1 menit baca · Writings: Poems

Terjemahan ini dihasilkan dengan bantuan AI dan dapat mengandung kesalahan. Untuk teks rujukan, harap merujuk pada teks asli berbahasa Inggris.

AI-translated. May contain errors. For accurate text, refer to the original English.

Bahasa Indonesia

Jika matahari sedikit tersembunyi oleh awan,

Jika cakrawala hanya menampakkan kemuraman,

Tetaplah bertahan sebentar lagi, wahai jiwa pemberani,

Kemenangan pasti akan datang.

Tiada musim dingin yang tidak diikuti musim panas di belakangnya,

Setiap lekukan adalah puncak gelombang,

Mereka saling mendorong dalam terang dan bayangan;

Maka teguh dan beranilah.

Kewajiban hidup memang berat,

Dan kenikmatannya cepat berlalu, sia-sia,

Tujuannya tampak berbayang dan samar,

Namun teruslah melangkah menembus kegelapan, wahai jiwa pemberani,

Dengan seluruh daya dan tenagamu.

Tidak satu pekerjaan pun akan hilang, tiada perjuangan sia-sia,

Meskipun harapan-harapan layu, kekuatan-kekuatan hilang;

Dari sulbimu akan datang para pewaris segalanya,

Maka tetaplah bertahan sebentar lagi, wahai jiwa pemberani,

Tiada kebaikan yang pernah tidak terlaksana.

Meskipun yang baik dan yang bijak dalam hidup ini sedikit,

Namun di tangan merekalah kendali untuk memimpin,

Massa baru terlambat mengetahui nilainya;

Janganlah hiraukan siapa pun, dan bimbinglah dengan lembut.

Bersamamu adalah mereka yang melihat jauh ke depan,

Bersamamu adalah Tuhan Yang Mahaperkasa,

Semua berkah dicurahkan kepadamu, wahai jiwa agung,

Semoga segalanya berjalan baik bagimu!

Jika matahari sedikit tersembunyi oleh awan,

Jika cakrawala hanya menampakkan kemuraman,

Tetaplah bertahan sebentar lagi, wahai jiwa pemberani,

Kemenangan pasti akan datang.

Tiada musim dingin yang tidak diikuti musim panas di belakangnya,

Setiap lekukan adalah puncak gelombang,

Mereka saling mendorong dalam terang dan bayangan;

Maka teguh dan beranilah.

Kewajiban hidup memang berat,

Dan kenikmatannya cepat berlalu, sia-sia,

Tujuannya tampak berbayang dan samar,

Namun teruslah melangkah menembus kegelapan, wahai jiwa pemberani,

Dengan seluruh daya dan tenagamu.

Tidak satu pekerjaan pun akan hilang, tiada perjuangan sia-sia,

Meskipun harapan-harapan layu, kekuatan-kekuatan hilang;

Dari sulbimu akan datang para pewaris segalanya,

Maka tetaplah bertahan sebentar lagi, wahai jiwa pemberani,

Tiada kebaikan yang pernah tidak terlaksana.

Meskipun yang baik dan yang bijak dalam hidup ini sedikit,

Namun di tangan merekalah kendali untuk memimpin,

Massa baru terlambat mengetahui nilainya;

Janganlah hiraukan siapa pun, dan bimbinglah dengan lembut.

Bersamamu adalah mereka yang melihat jauh ke depan,

Bersamamu adalah Tuhan Yang Mahaperkasa,

Semua berkah dicurahkan kepadamu, wahai jiwa agung,

Semoga segalanya berjalan baik bagimu!

Catatan

English

If the sun by the cloud is hidden a bit,

If the welkin shows but gloom,

Still hold on yet a while, brave heart,

The victory is sure to come.

No winter was but summer came behind,

Each hollow crests the wave,

They push each other in light and shade ;

Be steady then and brave.

The duties of life are sore indeed,

And its pleasures fleeting, vain,

The goal so shadowy seems and dim,

Yet plod on through the dark, brave heart,

With all thy might and main.

Not a work will be lost, no struggle vain,

Though hopes be blighted, powers gone ;

Of thy loins shall come the heirs to all,

Then hold on yet a while, brave soul,

No good is e'er undone.

Though the good and the wise in life are few,

Yet theirs are the reins to lead,

The masses know but late the worth ;

Heed none and gently guide.

With thee are those who see afar,

With thee is the Lord of might,

All blessings pour on thee, great soul,

To thee may all come right!

If the sun by the cloud is hidden a bit,

If the welkin shows but gloom,

Still hold on yet a while, brave heart,

The victory is sure to come.

No winter was but summer came behind,

Each hollow crests the wave,

They push each other in light and shade ;

Be steady then and brave.

The duties of life are sore indeed,

And its pleasures fleeting, vain,

The goal so shadowy seems and dim,

Yet plod on through the dark, brave heart,

With all thy might and main.

Not a work will be lost, no struggle vain,

Though hopes be blighted, powers gone ;

Of thy loins shall come the heirs to all,

Then hold on yet a while, brave soul,

No good is e'er undone.

Though the good and the wise in life are few,

Yet theirs are the reins to lead,

The masses know but late the worth ;

Heed none and gently guide.

With thee are those who see afar,

With thee is the Lord of might,

All blessings pour on thee, great soul,

To thee may all come right!

Notes


Teks bersumber dari Wikisource, domain publik. Diterbitkan pertama kali oleh Advaita Ashrama.