XXIX Diwanji Saheb
Terjemahan ini dihasilkan dengan bantuan AI dan dapat mengandung kesalahan. Untuk teks rujukan, harap merujuk pada teks asli berbahasa Inggris.
AI-translated. May contain errors. For accurate text, refer to the original English.
Bahasa Indonesia
XXIX
CHICAGO,
September, 1894.
DIWANJI SAHEB YANG TERHORMAT (Shri Haridas Viharidas Desai),
Surat Anda yang ramah telah lama sampai, tetapi karena saya tidak memiliki sesuatu pun untuk ditulis, saya terlambat menjawabnya.
Catatan Anda yang ramah kepada G. W. Hale sangat menggembirakan, karena saya memang berhutang sebanyak itu kepada mereka. Selama waktu ini saya telah berkelana ke seluruh negeri ini dan menyaksikan segala sesuatunya. Saya telah sampai pada kesimpulan bahwa hanya ada satu negeri di dunia yang memahami agama — yaitu India; bahwa dengan segala kekurangannya, orang Hindu jauh lebih unggul daripada bangsa-bangsa lain dalam moralitas dan spiritualitas; dan bahwa dengan perhatian, upaya, serta perjuangan yang semestinya dari semua putranya yang tanpa pamrih, dengan memadukan sebagian unsur aktif dan kepahlawanan dari Barat dengan keutamaan-keutamaan tenang orang Hindu, akan muncul suatu tipe manusia yang jauh lebih unggul daripada siapa pun yang pernah ada di dunia ini.
Saya tidak tahu kapan saya akan kembali; namun saya rasa saya sudah cukup banyak melihat negeri ini, dan karena itu segera saya akan menyeberang ke Eropa dan kemudian ke India.
Dengan kasih sayang terbaik saya, rasa syukur kepada Anda dan semua saudara Anda,
Saya tetap, dengan setia milik Anda,
VIVEKANANDA.
English
XXIX
CHICAGO,
September, 1894.
DEAR DIWANJI SAHEB (Shri Haridas Viharidas Desai),
Your kind letter reached long ago, but as I had not anything to write I was late in answering.
Your kind note to G. W. Hale has been very gratifying, as I owed them that much. I have been travelling all over this country all this time and seeing everything. I have come to this conclusion that there is only one country in the world which understands religion — it is India; that with all their faults the Hindus are head and shoulders above all other nations in morality and spirituality; and that with proper care and attempt and struggle of all her disinterested sons, by combining some of the active and heroic elements of the West with the calm virtues of the Hindus, there will come a type of men far superior to any that have ever been in this world.
I do not know when I come back; but I have seen enough of this country, I think, and so soon will go over to Europe and then to India.
With my best love, gratitude to you and all your brothers,
I remain, yours faithfully,
VIVEKANANDA.
Teks bersumber dari Wikisource, domain publik. Diterbitkan pertama kali oleh Advaita Ashrama.