XX Adhyapakji
Terjemahan ini dihasilkan dengan bantuan AI dan dapat mengandung kesalahan. Untuk teks rujukan, harap merujuk pada teks asli berbahasa Inggris.
AI-translated. May contain errors. For accurate text, refer to the original English.
Bahasa Indonesia
XX
17 BEACON STREET, BOSTON,
Mei 1894.
ADHYAPAKJI YANG TERHORMAT (Prof. John Henry Wright),
Pada saat ini Anda tentu sudah menerima pamflet dan surat-suratnya. Jika Anda berkenan, saya akan mengirimkan kepada Anda dari Chicago beberapa surat dari Pangeran-Pangeran dan menteri-menteri India — salah seorang menteri itu adalah salah seorang Komisaris dari komisi opium yang lalu yang bersidang di bawah Royal Commission di India. Jika Anda berkenan, saya akan meminta mereka untuk menulis kepada Anda guna meyakinkan Anda bahwa saya bukan seorang penipu. Tetapi, saudaraku, cita-cita hidup kami adalah menyembunyikan, menekan, dan mengingkari.
Kami harus melepaskan dan bukan mengambil. Andai saya tidak memiliki "obsesi" ini di kepala, saya tidak akan pernah datang ke sini. Dan saya bergabung dengan Parlemen Agama-Agama dengan harapan bahwa hal itu akan membantu cita-cita saya — setelah selalu menolaknya ketika orang-orang kami ingin mengutus saya untuk itu. Saya datang sambil berkata kepada mereka — "bahwa saya mungkin akan bergabung dengan majelis itu atau mungkin tidak — dan Anda boleh mengutus saya jika Anda berkenan." Mereka mengirim saya dengan membiarkan saya benar-benar bebas.
Anda yang melakukan sisanya.
Saya secara moral wajib memberikan kepada Anda setiap kepuasan, sahabat saya yang baik hati; tetapi mengenai dunia selebihnya saya tidak peduli apa yang mereka katakan — seorang Sannyasin (petapa yang melepaskan dunia) tidak boleh memiliki pembelaan diri. Maka saya memohon kepada Anda untuk tidak menerbitkan atau menunjukkan kepada siapa pun apa pun di dalam pamflet atau surat-surat itu. Saya tidak peduli pada upaya-upaya misionaris tua itu; tetapi demam kecemburuan yang menyerang Mazoomdar memberikan kepada saya guncangan yang mengerikan, dan saya berdoa agar ia menjadi lebih baik — sebab ia adalah seorang yang besar dan baik yang sepanjang hidupnya berusaha berbuat baik. Tetapi ini membuktikan salah satu ucapan Guru saya, "Tinggal di sebuah ruangan yang dilapisi jelaga hitam — betapapun hati-hatinya Anda — beberapa bercak pasti akan menempel pada pakaian Anda." Jadi, betapapun seseorang berusaha menjadi baik dan kudus, selama ia berada di dunia, sebagian dari hakikatnya pasti akan tertarik ke bawah.
Jalan menuju Tuhan berlawanan dengan jalan dunia. Dan kepada sedikit orang, sangat sedikit, diberikan untuk memiliki Tuhan dan mamon pada saat yang sama.
Saya tidak pernah menjadi seorang misionaris, juga tidak akan pernah menjadi seorang — tempat saya berada di Himalaya. Saya telah memuaskan diri saya sejauh ini sehingga saya dapat berkata dengan hati nurani penuh, "Tuhanku, aku melihat kesengsaraan yang mengerikan di antara saudara-saudaraku; aku mencari dan menemukan jalan keluar darinya, mencoba sebaik mungkin menerapkan obatnya, tetapi gagal. Maka biarlah kehendak-Mu yang terjadi."
Semoga berkat-Nya menyertai Anda dan keluarga Anda selama-lamanya.
Hormat Anda dengan kasih,
VIVEKANANDA.
541 DEARBORN AVE., CHICAGO
Saya berangkat ke Chicago besok atau lusa.
Hormat Anda
V.
English
XX
17 BEACON STREET, BOSTON,
May, 1894.
DEAR ADHYAPAKJI (Prof. John Henry Wright),
By this time you have got the pamphlet and the letters. If you like, I would send you over from Chicago some letters from Indian Princes and ministers — one of these ministers was one of the Commissioners of the late opium commission that sat under Royal Commission in India. If you like, I will have them write to you to convince you of my not being a cheat. But, my brother, our ideal of life is to hide, to suppress, and to deny.
We are to give up and not to take. Had I not the "Fad" in my head, I would never have come over here. And it was with a hope that it would help my cause that I joined the Parliament of Religions — having always refused it when our people wanted to send me for it. I came over telling them — "that I may or may not join that assembly — and you may send me over if you like". They sent me over leaving me quite free.
You did the rest.
I am morally bound to afford you every satisfaction, my kind friend; but for the rest of the world I do not care what they say — the Sannyasin must not have self-defence. So I beg of you not to publish or show anybody anything in that pamphlet or the letters. I do not care for the attempts of the old missionary; but the fever of jealousy which attacked Mazoomdar gave me a terrible shock, and I pray that he would know better — for he is a great and good man who has tried all his life to do good. But this proves one of my Master's sayings, "Living in a room covered with black soot — however careful you may be — some spots must stick to your clothes." So, however one may try to be good and holy, so long he is in the world, some part of his nature must gravitate downwards.
The way to God is the opposite to that of the world. And to few, very few, are given to have God and mammon at the same time.
I was never a missionary, nor ever would be one — my place is in the Himalayas. I have satisfied myself so far that I can with a full conscience say, "My God, I saw terrible misery amongst my brethren; I searched and discovered the way out of it, tried my best to apply the remedy, but failed. So Thy will be done."
May his blessings be on you and yours for ever and ever.
Yours affectionately,
VIVEKANANDA.
541 DEARBORN AVE., CHICAGO
I go to Chicago tomorrow or day after.
Yours
V.
Teks bersumber dari Wikisource, domain publik. Diterbitkan pertama kali oleh Advaita Ashrama.