Arsip Vivekananda

Senin, 15 Juli

Jilid7 lecture
160 kata · 1 menit baca · Inspired Talks

Terjemahan ini dihasilkan dengan bantuan AI dan dapat mengandung kesalahan. Untuk teks rujukan, harap merujuk pada teks asli berbahasa Inggris.

AI-translated. May contain errors. For accurate text, refer to the original English.

Bahasa Indonesia

(DICATAT OLEH NONA S. E. WALDO, SEORANG MURID)

SENIN, 15 Juli 1895.

Di tempat yang memiliki adat poliandri, seperti di Tibet, kaum wanita secara fisik lebih kuat daripada kaum pria. Ketika orang-orang Inggris pergi ke sana, para wanita ini menggendong pria-pria besar mendaki gunung.

Di Malabar, walaupun tentu saja poliandri tidak berlaku di sana, kaum wanita memimpin dalam segala hal. Kebersihan yang luar biasa tampak di mana-mana dan terdapat dorongan yang amat besar terhadap pembelajaran. Ketika saya sendiri berada di negeri itu, saya bertemu dengan banyak wanita yang berbicara bahasa Sanskerta dengan baik, sementara di seluruh bagian India yang lain, tidak satu pun wanita dari sejuta yang dapat menuturkannya. Penguasaan meninggikan, dan perbudakan merendahkan. Malabar tidak pernah ditaklukkan baik oleh bangsa Portugis maupun oleh kaum Muslim.

Bangsa Dravida adalah ras non-Arya dari Asia Tengah yang mendahului bangsa Arya, dan mereka yang tinggal di India Selatan adalah yang paling beradab. Di antara mereka, kaum wanita berdiri lebih tinggi daripada kaum pria. Mereka kemudian terbagi, sebagian pergi ke Mesir, sebagian lain ke Babilonia, dan sisanya tetap tinggal di India.

English

(RECORDED BY MISS S. E. WALDO, A DISCIPLE)

MONDAY, July 15, 1895.

Where there is polyandry, as in Tibet, women are physically stronger than the men. When the English go there, these women carry large men up the mountains.

In Malabar, although of course polyandry does not obtain there, the women lead in everything. Exceptional cleanliness is apparent everywhere and there is the greatest impetus to learning. When I myself was in that country, I met many women who spoke good Sanskrit, while in the rest of India not one woman in a million can speak it. Mastery elevates, and servitude debases. Malabar has never been conquered either by the Portuguese or by the Mussulmans.

The Dravidians were a non-Aryan race of Central Asia who preceded the Aryans, and those of Southern India were the most civilised. Women with them stood higher than men. They subsequently divided, some going to Egypt, others to Babylonia, and the rest remaining in India.


Teks bersumber dari Wikisource, domain publik. Diterbitkan pertama kali oleh Advaita Ashrama.