Arsip Vivekananda

Jumat, 5 Juli

Jilid7 lecture
233 kata · 1 menit baca · Inspired Talks

Terjemahan ini dihasilkan dengan bantuan AI dan dapat mengandung kesalahan. Untuk teks rujukan, harap merujuk pada teks asli berbahasa Inggris.

AI-translated. May contain errors. For accurate text, refer to the original English.

Bahasa Indonesia

(DICATAT OLEH NONA S. E. WALDO, SEORANG MURID)

JUMAT, 5 Juli 1895.

Sampai Anda siap berubah pada setiap saat, Anda tidak akan pernah dapat melihat kebenaran; namun Anda harus berpegang teguh dan tetap mantap dalam pencarian akan kebenaran. . . .

Kaum Charvaka, sebuah sekte yang sangat kuno di India, adalah penganut materialisme tulen. Mereka telah punah sekarang, dan sebagian besar buku mereka telah hilang. Mereka mengklaim bahwa jiwa, yang merupakan hasil tubuh dan daya-dayanya, mati bersama tubuh itu; bahwa tidak ada bukti akan keberadaannya yang lebih lanjut. Mereka menyangkal pengetahuan inferensial dan hanya menerima persepsi melalui indra.

* * *

Samadhi (penyerapan kontemplatif) adalah ketika yang Ilahi dan yang manusiawi menyatu, atau ia adalah "membawa kesamaan". . . .

Materialisme berkata, suara kebebasan adalah suatu khayalan. Idealisme berkata, suara yang menyatakan adanya belenggu adalah khayalan. Vedanta berkata, Anda bebas dan tidak bebas pada saat yang sama — tidak pernah bebas pada tataran duniawi, namun selamanya bebas pada tataran rohani.

Lampauilah baik kebebasan maupun belenggu.

Kita adalah Shiva, kita adalah pengetahuan abadi yang melampaui indra.

Daya yang tak terbatas berada di belakang setiap orang; berdoalah kepada Sang Ibu, dan daya itu akan datang kepada Anda.

"Ya Ibu, pemberi Vak (kefasihan), Engkau yang berada dengan sendirinya, datanglah sebagai Vak di atas bibirku," (seruan invokasi Hindu).

"Sang Ibu yang suaranya ada di dalam guntur, datanglah ke dalam diriku! Kali, Engkau waktu yang kekal, Engkau daya yang tak tertahankan, Shakti, Daya!"

English

(RECORDED BY MISS S. E. WALDO, A DISCIPLE)

FRIDAY, July 5, 1895.

Until you are ready to change any minute, you can never see the truth; but you must hold fast and be steady in the search for truth. . . .

Chârvâkas, a very ancient sect in India, were rank materialists. They have died out now, and most of their books are lost. They claimed that the soul, being the product of the body and its forces, died with it; that there was no proof of its further existence. They denied inferential knowledge accepting only perception by the senses.

* * *

Samâdhi is when the Divine and human are in one, or it is "bringing sameness". . . .

Materialism says, the voice of freedom is a delusion. Idealism says, the voice that tells of bondage is delusion. Vedanta says, you are free and not free at the same time — never free on the earthly plane, but ever free on the spiritual.

Be beyond both freedom and bondage.

We are Shiva, we are immortal knowledge beyond the senses.

Infinite power is back of everyone; pray to Mother, and it will come to you.

"O Mother, giver of Vâk (eloquence), Thou self-existent, come as the Vak upon my-lips," (Hindu invocation).

"That Mother whose voice is in the thunder, come Thou in me! Kali, Thou time eternal, Thou force irresistible, Shakti, Power!"


Teks bersumber dari Wikisource, domain publik. Diterbitkan pertama kali oleh Advaita Ashrama.