Arsip Vivekananda

Kenyataan dan Bayangan

Jilid6 lecture
178 kata · 1 menit baca · Notes of Class Talks and Lectures

Terjemahan ini dihasilkan dengan bantuan AI dan dapat mengandung kesalahan. Untuk teks rujukan, harap merujuk pada teks asli berbahasa Inggris.

AI-translated. May contain errors. For accurate text, refer to the original English.

Bahasa Indonesia

Yang membedakan satu hal dari hal lain adalah waktu, ruang, dan kausalitas.

Perbedaan itu terletak pada bentuk, bukan pada substansi. Anda dapat menghancurkan bentuk dan ia akan lenyap selamanya; tetapi substansinya tetap sama. Anda tidak pernah dapat menghancurkan substansi.

Evolusi ada dalam alam, bukan dalam jiwa — evolusi alam, manifestasi jiwa.

Maya bukanlah ilusi sebagaimana yang lazim ditafsirkan. Maya itu nyata, namun ia juga tidak nyata. Ia nyata dalam arti bahwa Yang Nyata berada di belakangnya dan memberikan kepadanya penampilan kenyataan itu. Yang nyata dalam Maya adalah Realitas di dalam dan melalui Maya. Namun Realitas itu tidak pernah terlihat; dan oleh karena itu, yang terlihat adalah tidak nyata, dan ia tidak memiliki keberadaan mandiri yang sungguh-sungguh dalam dirinya sendiri, melainkan bergantung pada Yang Nyata untuk keberadaannya.

Maya dengan demikian adalah sebuah paradoks — nyata, namun tidak nyata; ilusi, namun bukan ilusi.

Ia yang mengetahui Yang Nyata melihat dalam Maya bukan ilusi, melainkan realitas. Ia yang tidak mengetahui Yang Nyata melihat dalam Maya ilusi dan menyangkanya nyata.

English

That which differentiates one thing from another is time, space, and causation.

The differentiation is in the form, not in the substance. You may destroy the form and it disappears for ever; but the substance remains the same. You can never destroy the substance.

Evolution is in nature, not in the soul—evolution of nature, manifestation of the soul.

Maya is not illusion as it is popularly interpreted. Maya is real, yet it is not real. It is real in that the Real is behind it and gives it its appearance of reality. That which is real in Maya is the Reality in and through Maya. Yet the Reality is never seen ; and hence that which is seen is unreal, and it has no real independent existence of itself, but is dependent upon the Real for its existence.

Maya then is a paradox—real, yet not real, an illusion, yet not an illusion.

He who knows the Real sees in Maya not illusion, but reality. He who knows not the Real sees in Maya illusion and thinks it real.


Teks bersumber dari Wikisource, domain publik. Diterbitkan pertama kali oleh Advaita Ashrama.