Arsip Vivekananda

Agama adalah Penyangkalan Diri

Jilid6 lecture
199 kata · 1 menit baca · Notes of Class Talks and Lectures

Terjemahan ini dihasilkan dengan bantuan AI dan dapat mengandung kesalahan. Untuk teks rujukan, harap merujuk pada teks asli berbahasa Inggris.

AI-translated. May contain errors. For accurate text, refer to the original English.

Bahasa Indonesia

Tidak ada seorang pun yang dapat membagi hak-hak alam semesta. Berbicara tentang "hak" menyiratkan keterbatasan. Bukan "hak", melainkan "tanggung jawab". Setiap orang bertanggung jawab atas kejahatan di mana pun di dunia. Tidak ada seorang pun yang dapat memisahkan dirinya dari saudaranya. Semua yang bersatu dengan yang universal adalah kebajikan; semua yang memisahkan adalah dosa. Anda adalah bagian dari Yang Tak Terbatas. Inilah sifat Anda yang sejati. Maka Anda adalah penjaga saudara Anda.

Tujuan pertama kehidupan adalah pengetahuan; tujuan kedua kehidupan adalah kebahagiaan. Pengetahuan dan kebahagiaan mengarah pada kebebasan. Tetapi tidak ada seorang pun yang dapat mencapai kebebasan sampai setiap makhluk (semut atau anjing sekalipun) memperoleh kebebasan. Tidak ada seorang pun yang dapat berbahagia sampai semua berbahagia. Ketika Anda menyakiti orang lain, Anda menyakiti diri sendiri, sebab Anda dan saudara Anda adalah satu. Sesungguhnya seorang yogi adalah orang yang melihat dirinya dalam seluruh alam semesta dan seluruh alam semesta dalam dirinya. Pengorbanan diri, bukan penegasan diri, adalah hukum alam semesta yang tertinggi. Dunia begitu penuh kejahatan karena ajaran Yesus, "Janganlah melawan kejahatan", tidak pernah dicoba. Tanpa pamrih saja yang akan memecahkan persoalan ini. Agama datang dengan pengorbanan diri yang sungguh-sungguh. Janganlah menginginkan apa pun untuk diri sendiri. Lakukan segalanya untuk orang lain. Inilah artinya hidup dan bergerak dan berada dalam Tuhan.

English

One cannot divide the rights of the universe. To talk of "right" implies limitation. It is not "right" but "responsibility". Each is responsible for the evil anywhere in the world. No one can separate himself from his brother. All that unites with the universal is virtue; all that separates is sin. You are a part of the Infinite. This is your nature. Hence you are your brother's keeper.

The first end of life is knowledge; the second end of life is happiness. Knowledge and happiness lead to freedom. But not one can attain liberty until every being (ant or dog) has liberty. Not one can be happy until all are happy. When you hurt anyone you hurt yourself, for you and your brother are one. He is indeed a Yogi who sees himself in the whole universe and the whole universe in himself. Self-sacrifice, not self-assertion, is the law of the highest universe. The world is so evil because Jesus' teaching, "Resist not evil", has never been tried. Selflessness alone will solve the problem. Religion comes with intense self-sacrifice. Desire nothing for yourself. Do all for others. This is to live and move and have your being in God.


Teks bersumber dari Wikisource, domain publik. Diterbitkan pertama kali oleh Advaita Ashrama.