Arsip Vivekananda

Di Dada Lautan

Jilid6 poem
135 kata · 1 menit baca · Writings: Prose and Poems - Original and Translated

Terjemahan ini dihasilkan dengan bantuan AI dan dapat mengandung kesalahan. Untuk teks rujukan, harap merujuk pada teks asli berbahasa Inggris.

AI-translated. May contain errors. For accurate text, refer to the original English.

Bahasa Indonesia

DI ATAS BUAIAN LAUT

perjalanan kedua ke Barat. Pada saat penulisannya, ia kemungkinan sedang menyeberangi

Di langit biru melayang gerombolan awan—

Putih, hitam, berwarna seperti sisik ular dan berlapis-lapis;

Matahari jingga, hampir mengucapkan salam perpisahan,

Menyentuh kumpulan awan dengan goresan merah.

Angin bertiup sesuka hatinya, bagaikan badai puting beliung

Kini mengukir bentuk, kini pula merombaknya:

Lamunan, warna-warni, rupa, ciptaan yang tak bergerak—

Beribu pemandangan, meski nyata, namun penuh fantasi.

Di sana awan tipis mengembang, menumpuk seperti kapas yang dipintal;

Lihatlah selanjutnya seekor ular raksasa, kemudian singa yang perkasa;

Dan lagi, tampaklah sepasang kekasih yang berpelukan.

Semuanya lenyap akhirnya dalam langit yang berkabut.

Di bawah, laut menyanyikan musik yang beragam,

Namun tidak agung, wahai India, dan tidak pula membangkitkan semangat:

Airmu, yang dipuji di mana-mana, berdesir dengan tenang

Dalam irama yang menenangkan, tanpa gemuruh yang keras.

English

ON THE SEA'S BOSOM

second trip to the West. At the time of writing it, he was probably crossing

In blue sky floats a multitude of clouds—

White, black, of snaky shades and thicknesses;

An orange sun, about to say farewell,

Touches the massed cloud-shapes with streaks of red.

The wind blows as it lists, a hurricane

Now carving shapes, now breaking them apart:

Fancies, colours, forms, inert creations—

A myriad scenes, though real, yet fantastic.

There light clouds spread, heaping up spun cotton; See next a huge snake, then a strong lion;

Again, behold a couple locked in love.

All vanish, at last, in the vapoury sky.

Below, the sea sings a varied music,

But not grand, O India, nor ennobling:

Thy waters, widely praised, murmur serene

In soothing cadence, without a harsh roar.


Teks bersumber dari Wikisource, domain publik. Diterbitkan pertama kali oleh Advaita Ashrama.