Arsip Vivekananda

Tujuan dan Metode Realisasi

Jilid5 lecture
373 kata · 1 menit baca · Notes from Lectures and Discourses

Terjemahan ini dihasilkan dengan bantuan AI dan dapat mengandung kesalahan. Untuk teks rujukan, harap merujuk pada teks asli berbahasa Inggris.

AI-translated. May contain errors. For accurate text, refer to the original English.

Bahasa Indonesia

TUJUAN DAN METODE REALISASI

Kemalangan terbesar yang akan menimpa dunia adalah jika seluruh umat manusia mengakui dan menerima hanya satu agama, satu bentuk ibadat yang universal, satu standar moralitas. Ini akan menjadi pukulan mematikan bagi seluruh kemajuan agama dan spiritual. Alih-alih berusaha mempercepat peristiwa yang merugikan ini dengan mendorong orang, melalui cara baik maupun buruk, untuk menyesuaikan diri dengan cita-cita kebenaran tertinggi kita sendiri, kita justru seharusnya berupaya menghilangkan semua hambatan yang menghalangi manusia berkembang sesuai dengan cita-cita tertinggi mereka sendiri, dan dengan demikian menggagalkan upaya mereka untuk menetapkan satu agama universal.

Tujuan akhir seluruh umat manusia, sasaran dan ujung dari semua agama, hanyalah satu—penyatuan kembali dengan Tuhan, atau, yang berarti sama, dengan ketuhanan yang merupakan sifat sejati setiap manusia. Namun meskipun tujuannya satu, metode pencapaiannya dapat berbeda-beda sesuai dengan temperamen manusia yang beraneka ragam.

Baik tujuan maupun metode yang digunakan untuk mencapainya disebut Yoga (penyatuan), sebuah kata yang berasal dari akar Sanskerta yang sama dengan kata "yoke" dalam bahasa Inggris, yang berarti "menyambungkan", menyambungkan kita dengan realitas kita, yaitu Tuhan. Ada berbagai Yoga, atau metode penyatuan—namun yang utama adalah Karma-Yoga, Bhakti-Yoga, Raja-Yoga, dan Jnana-Yoga.

Setiap manusia harus berkembang sesuai dengan sifat alamiahnya sendiri. Sebagaimana setiap ilmu pengetahuan memiliki metodenya, demikian pula setiap agama. Metode untuk mencapai tujuan agama disebut Yoga oleh kami, dan berbagai bentuk Yoga yang kami ajarkan disesuaikan dengan sifat dan temperamen manusia yang berbeda-beda. Kami mengklasifikasikannya sebagai berikut, dalam empat kategori:

(1) Karma-Yoga—Cara seorang manusia merealisasikan ketuhanannya sendiri melalui kerja dan kewajiban.

(2) Bhakti-Yoga—Realisasi ketuhanan melalui pengabdian kepada, dan kasih terhadap, Tuhan yang bersifat personal.

(3) Raja-Yoga—Realisasi ketuhanan melalui pengendalian pikiran.

(4) Jnana-Yoga—Realisasi ketuhanan manusia sendiri melalui pengetahuan.

Semua ini adalah jalan-jalan yang berbeda menuju pusat yang sama—Tuhan. Sesungguhnya, keanekaragaman keyakinan agama merupakan sebuah keuntungan, karena semua agama adalah baik, sejauh mendorong manusia untuk menjalani kehidupan yang religius. Semakin banyak aliran yang ada, semakin banyak kesempatan untuk membuat seruan yang berhasil kepada naluri ketuhanan dalam diri semua manusia.

English

THE GOAL AND METHODS OF REALISATION

The greatest misfortune to befall the world would be if all mankind were to recognise and accept but one religion, one universal form of worship, one standard of morality. This would be the death-blow to all religious and spiritual progress. Instead of trying to hasten this disastrous event by inducing persons, through good or evil methods, to conform to our own highest ideal of truth, we ought rather to endeavour to remove all obstacles which prevent men from developing in accordance with their own highest ideals, and thus make their attempt vain to establish one universal religion.

The ultimate goal of all mankind, the aim and end of all religions, is but one—re-union with God, or, what amounts to the same, with the divinity which is every man's true nature. But while the aim is one, the method of attaining may vary with the different temperaments of men.

Both the goal and the methods employed for reaching it are called Yoga, a word derived from the same Sanskrit root as the English "yoke", meaning "to join", to join us to our reality, God. There are various such Yogas, or methods of union—but the chief ones are—Karma-Yoga, Bhakti-Yoga, Râja-Yoga, and Jnâna-Yoga.

Every man must develop according to his own nature. As every science has its methods, so has every religion. The methods of attaining the end of religion are called Yoga by us, and the different forms of Yoga that we teach, are adapted to the different natures and temperaments of men. We classify them in the following way, under four heads:

(1) Karma-Yoga—The manner in which a man realises his own divinity through works and duty.

(2) Bhakti-Yoga—The realisation of the divinity through devotion to, and love of, a Personal God.

(3) Raja-Yoga—The realisation of the divinity through the control of mind.

(4) Jnana-Yoga—The realisation of a man's own divinity through knowledge.

These are all different roads leading to the same centre—God. Indeed, the varieties of religious belief are an advantage, since all faiths are good,so far as they encourage man to lead a religious life. The more sects there are, the more opportunities there are for making successful appeals to the divine instinct in all men.


Teks bersumber dari Wikisource, domain publik. Diterbitkan pertama kali oleh Advaita Ashrama.