Arsip Vivekananda

Tujuan Raja-Yoga

Jilid5 lecture
337 kata · 1 menit baca · Notes from Lectures and Discourses

Terjemahan ini dihasilkan dengan bantuan AI dan dapat mengandung kesalahan. Untuk teks rujukan, harap merujuk pada teks asli berbahasa Inggris.

AI-translated. May contain errors. For accurate text, refer to the original English.

Bahasa Indonesia

TUJUAN RAJA-YOGA

Yoga pada dasarnya berkaitan dengan sisi meditasi dari agama, bukan sisi etika, meskipun sedikit dari yang terakhir itu perlu juga diperhatikan. Kaum pria dan wanita semakin menginginkan lebih dari sekadar wahyu belaka, yang disebut demikian. Mereka menginginkan fakta-fakta dalam kesadaran mereka sendiri. Hanya melalui pengalaman dapatlah ada kenyataan dalam agama. Fakta-fakta spiritual diperoleh terutama dari keadaan pikiran yang suprasadar. Marilah kita menempatkan diri kita dalam kondisi yang sama seperti yang dilakukan oleh mereka yang mengaku telah memiliki pengalaman-pengalaman khusus; kemudian jika kita memperoleh pengalaman serupa, pengalaman-pengalaman itu menjadi fakta bagi kita. Kita dapat melihat semua yang telah dilihat orang lain; suatu hal yang pernah terjadi sekali dapat terjadi lagi, bahkan harus terjadi, dalam keadaan yang sama. Raja-Yoga mengajarkan kita cara mencapai keadaan suprasadar. Semua agama besar mengenal keadaan ini dalam suatu bentuk tertentu; namun di India, perhatian khusus diberikan pada sisi agama ini. Pada awalnya, beberapa sarana mekanis dapat membantu kita mencapai keadaan ini; tetapi sarana mekanis semata tidak pernah dapat mencapai banyak hal. Posisi-posisi tertentu, cara-cara pernapasan tertentu, membantu menyelaraskan dan memusatkan pikiran, namun bersama dengan itu harus ada kemurnian dan keinginan yang kuat akan Tuhan, atau realisasi. Usaha untuk duduk diam dan memusatkan pikiran pada satu gagasan serta menahannya di sana akan membuktikan kepada kebanyakan orang bahwa ada kebutuhan akan bantuan agar mereka dapat melakukannya dengan berhasil. Pikiran harus dibawa ke bawah kendali secara bertahap dan sistematis. Kehendak harus diperkuat melalui latihan yang lambat, terus-menerus, dan tekun. Ini bukanlah permainan anak-anak, bukan pula kesenangan sesaat yang dicoba hari ini dan ditinggalkan esok harinya. Ini adalah pekerjaan seumur hidup; dan tujuan yang hendak dicapai sungguh setimpal dengan semua biaya yang harus kita keluarkan untuk mencapainya; yakni tidak lain dari realisasi kesatuan mutlak kita dengan Yang Ilahi. Sungguh, dengan tujuan ini dalam pandangan, dan dengan keyakinan bahwa kita pasti dapat berhasil, tidak ada harga yang terlalu mahal untuk dibayar.

English

THE AIM OF RAJA-YOGA

Yoga has essentially to do with the meditative side of religion, rather than the ethical side, though, of necessity, a little of the latter has to be considered. Men and women are growing to desire more than mere revelation, so called. They want facts in their own consciousness. Only through experience can there be any reality in religion. Spiritual facts are to be gathered mostly from the superconscious state of mind. Let us put ourselves into the same condition as did those who claim to have had special experiences; then if we have similar experiences, they become facts for us. We can see all that another has seen; a thing that happened once can happen again, nay, must, under the same circumstances. Raja-Yoga teaches us how to reach the superconscious state. All the great religions recognise this state in some form; but in India, special attention is paid to this side of religion. In the beginning, some mechanical means may help us to acquire this state; but mechanical means alone can never accomplish much. Certain positions, certain modes of breathing, help to harmonise and concentrate the mind, but with these must go purity and strong desire for God, or realisation. The attempt to sit down and fix the mind on one idea and hold it there will prove to most people that there is some need for help to enable them to do this successfully. The mind has to be gradually and systematically brought under control. The will has to be strengthened by slow, continuous, and persevering drill. This is no child's play, no fad to be tried one day and discarded the next. It is a life's work; and the end to be attained is well worth all that it can cost us to reach it; being nothing less than the realisation of our absolute oneness with the Divine. Surely, with this end in view, and with the knowledge that we can certainly succeed, no price can be too great to pay.


Teks bersumber dari Wikisource, domain publik. Diterbitkan pertama kali oleh Advaita Ashrama.