Arsip Vivekananda

Kepada India yang Telah Bangkit

Jilid4 poem
355 kata · 1 menit baca · Writings: Poems

Terjemahan ini dihasilkan dengan bantuan AI dan dapat mengandung kesalahan. Untuk teks rujukan, harap merujuk pada teks asli berbahasa Inggris.

AI-translated. May contain errors. For accurate text, refer to the original English.

Bahasa Indonesia

Bangunlah sekali lagi!

Sebab tidur itu, bukan kematian, untuk membawakanmu kehidupan

Yang baru, dan istirahat bagi mata-teratai untuk penglihatan-penglihatan

Yang lebih berani lagi. Dunia yang membutuhkan menanti, wahai Kebenaran!

Tiada kematian bagimu!

Lanjutkan perjalananmu,

Dengan kaki yang lembut yang tidak akan mengganggu

Istirahat damai bahkan dari debu di tepi jalan

Yang berbaring begitu rendah. Namun kuat dan teguh,

Penuh kebahagiaan, berani, dan merdeka. Wahai Pembangun, selalu

Maju! Ucapkanlah kata-katamu yang menggerakkan.

Rumahmu telah tiada,

Di mana hati-hati yang penuh kasih telah membesarkanmu dan

Menyaksikan dengan sukacita pertumbuhanmu. Namun Takdir adalah kuat —

Inilah hukumnya — segala sesuatu kembali kepada sumber

Dari mana ia berasal, untuk memperbaharui kekuatannya.

Maka mulailah lagi

Dari tanah kelahiranmu, di mana salju-salju luas berikat awan

Memberkati dan menaruh kekuatannya di dalam dirimu,

Untuk mengerjakan keajaiban-keajaiban yang baru. Sungai

Surgawi menyelaraskan suaramu dengan nyanyian abadinya sendiri;

Naungan pohon deodar memberimu damai yang kekal.

Dan di atas segalanya,

Putri Himala, Uma, yang lembut, yang murni,

Sang Ibu yang berdiam di dalam semuanya sebagai Kekuatan

Dan Kehidupan, yang mengerjakan segala pekerjaan dan

Menjadikan dunia dari Yang Satu, yang belas kasihan-Nya

Membuka pintu menuju Kebenaran dan menunjukkan

Yang Satu di dalam Semuanya, memberimu kekuatan tak

Kenal lelah, yang merupakan Kasih yang Tak Terbatas.

Mereka semua memberkatimu,

Para resi yang agung, yang tidak dapat diklaim oleh zaman

Maupun iklim sebagai milik mereka sendiri, bapak-bapak dari

Umat manusia, yang merasakan jantung Kebenaran sebagai sama,

Dan dengan berani mengajarkannya kepada manusia, baik dengan suara cacat maupun

Baik. Sebagai hamba mereka, engkau telah memperoleh

Rahasia itu — ia hanyalah Satu.

Maka berbicaralah, wahai Kasih!

Di hadapan suaramu yang lembut dan tenang, lihatlah bagaimana

Penglihatan-penglihatan meleleh dan lipatan demi lipatan mimpi-mimpi

Berangkat menjadi kekosongan, hingga Kebenaran dan Kebenaran saja

Dalam segala kemuliaannya bersinar —

Dan beritahukanlah kepada dunia —

Bangunlah, bangkitlah, dan janganlah lagi bermimpi!

Inilah negeri mimpi-mimpi, di mana Karma

Menenun rangkaian-rangkaian bunga tanpa benang dengan pikiran-pikiran kita

Tentang bunga-bunga yang harum atau yang beracun, dan tak satu pun

Memiliki akar atau batang, karena dilahirkan dari ketiadaan, yang

Hembusan terlembut dari Kebenaran menghalaunya kembali ke

Ketiadaan asali. Beranilah, dan hadapilah

Kebenaran! Bersatulah dengannya! Biarkanlah penglihatan-penglihatan berhenti,

Atau, jika engkau tidak dapat, bermimpilah mimpi-mimpi yang lebih sejati,

Yang adalah Kasih Kekal dan Pelayanan yang Merdeka.

Catatan

English

Once more awake!

For sleep it was, not death, to bring thee life

Anew, and rest to lotus-eyes for visions

Daring yet. The world in need awaits, O Truth!

No death for thee!

Resume thy march,

With gentle feet that would not break the

Peaceful rest even of the roadside dust

That lies so low. Yet strong and steady,

Blissful, bold, and free. Awakener, ever

Forward! Speak thy stirring words.

Thy home is gone,

Where loving hearts had brought thee up and

Watched with joy thy growth. But Fate is strong—

This is the law—all things come back to the source

They sprung, their strength to renew.

Then start afresh

From the land of thy birth, where vast cloud-belted

Snows do bless and put their strength in thee,

For working wonders new. The heavenly

River tune thy voice to her own immortal song ;

Deodar shades give thee eternal peace.

And all above,

Himala's daughter Umâ, gentle, pure,

The Mother that resides in all as Power

And Life, who works all works and

Makes of One the world, whose mercy

Opens the gate to Truth and shows

The One in All, give thee untiring

Strength, which is Infinite Love.

They bless thee all,

The seers great, whom age nor clime

Can claim their own, the fathers of the

Race, who felt the heart of Truth the same,

And bravely taught to man ill-voiced or

Well. Their servant, thou hast got

The secret—'tis but One.

Then speak, O Love!

Before thy gentle voice serene, behold how

Visions melt and fold on fold of dreams

Departs to void, till Truth and Truth alone

In all its glory shines—

And tell the world—

Awake, arise, and dream no more!

This is the land of dreams, where Karma

Weaves unthreaded garlands with our thoughts

Of flowers sweet or noxious, and none

Has root or stem, being born in naught, which

The softest breath of Truth drives back to

Primal nothingness. Be bold, and face

The Truth! Be one with it! Let visions cease,

Or, if you cannot, dream but truer dreams,

Which are Eternal Love and Service Free.

Notes


Teks bersumber dari Wikisource, domain publik. Diterbitkan pertama kali oleh Advaita Ashrama.