Arsip Vivekananda

Shri Ramakrishna: Makna Kehidupan dan Ajaran-ajarannya

Jilid7 lecture
500 kata · 2 menit baca · Notes of Class Talks and Lectures

Terjemahan ini dihasilkan dengan bantuan AI dan dapat mengandung kesalahan. Untuk teks rujukan, harap merujuk pada teks asli berbahasa Inggris.

AI-translated. May contain errors. For accurate text, refer to the original English.

Bahasa Indonesia

Dalam suatu masyarakat yang sempit, terdapat kedalaman dan keintensifan spiritualitas. Aliran sungai yang sempit sangatlah deras. Dalam masyarakat yang katolik dan luas wawasannya, bersamaan dengan keluasan pandangan kita menemukan kehilangan yang seimbang dalam hal kedalaman dan keintensifannya. Akan tetapi kehidupan Sri Ramakrishna menggugurkan seluruh catatan sejarah. Merupakan suatu fenomena yang luar biasa bahwa pada diri Sri Ramakrishna telah terjadi suatu penghimpunan gagasan-gagasan yang lebih dalam daripada lautan dan lebih luas daripada langit.

Kita harus menafsirkan kitab-kitab Veda dalam cahaya pengalaman Sri Ramakrishna. Shankaracharya dan semua penafsir lainnya membuat kesalahan yang sangat besar dengan menganggap bahwa seluruh kitab-kitab Veda menyuarakan kebenaran yang sama. Oleh karena itu, mereka bersalah karena memutarbalikkan teks-teks Veda yang tampak saling bertentangan, yang bertentangan dengan ajaran mereka sendiri, agar sesuai dengan makna yang diajarkan oleh aliran khusus mereka. Sebagaimana pada masa kuno, hanyalah Sang Tuhan saja, sang penyampai Gita, yang sebagian dapat menyelaraskan pernyataan-pernyataan yang tampak bertentangan ini, demikianlah dengan tujuan untuk menyelesaikan secara tuntas perselisihan ini, yang sangat membesar dalam perjalanan waktu, Beliau sendiri telah datang sebagai Sri Ramakrishna. Oleh karena itu, tidak seorang pun dapat sungguh-sungguh memahami kitab-kitab Veda dan Vedanta, kecuali ia mempelajarinya dalam cahaya tutur kata Sri Ramakrishna yang pertama kali mewujudkan dalam kehidupannya dan mengajarkan bahwa pernyataan-pernyataan kitab suci yang bagi pandangan sepintas tampak saling bertentangan ini, sesungguhnya ditujukan bagi tingkatan-tingkatan pencari yang berbeda dan disusun menurut tatanan evolusi. Seluruh dunia tanpa diragukan lagi akan melupakan pertikaian dan perselisihannya dan akan bersatu dalam ikatan persaudaraan dalam urusan agama maupun urusan lainnya sebagai akibat dari ajaran-ajaran ini.

Jika ada satu hal yang oleh Sri Ramakrishna telah didesak agar kita tinggalkan dengan saksama sebagaimana nafsu dan harta benda, hal itu adalah pembatasan ketakterhinggaan Tuhan dengan mengurungnya dalam batas-batas yang sempit. Oleh karena itu, siapa pun yang akan mencoba membatasi cita-cita Sri Ramakrishna yang tak terhingga itu dengan cara demikian, akan melawan beliau dan menjadi musuh beliau.

Salah satu sabda beliau sendiri adalah bahwa mereka yang baru sekali saja melihat seekor bunglon, hanya mengetahui satu warna binatang itu, tetapi mereka yang telah lama hidup di bawah pohon tempat bunglon itu tinggal, mengetahui semua warna yang dipakainya secara silih berganti. Karena alasan ini, tidak ada satu sabda Sri Ramakrishna pun yang dapat diterima sebagai sabda yang otentik, kecuali jika sabda itu diverifikasi oleh mereka yang senantiasa hidup bersamanya dan yang beliau bina untuk menyempurnakan misi kehidupan beliau.

Suatu pribadi yang unik semacam itu, suatu sintesis dari puncak Jnana, Yoga, Bhakti, dan Karma, belum pernah muncul sebelumnya di antara umat manusia. Kehidupan Sri Ramakrishna membuktikan bahwa keluasan yang terbesar, kekatolikan yang tertinggi, dan keintensifan yang terdalam dapat berdampingan dalam diri individu yang sama, dan bahwa masyarakat pun dapat dibangun dengan cara semacam itu, sebab masyarakat tidak lain hanyalah suatu kumpulan dari individu-individu.

Dialah murid dan pengikut sejati Sri Ramakrishna, yang karakternya sempurna dan paripurna pada segala sisi seperti ini. Pembentukan karakter yang sempurna semacam itu adalah cita-cita zaman ini, dan setiap orang harus berjuang demi hal itu sajalah.

English

In a narrow society there is depth and intensity of spirituality. The narrow stream is very rapid. In a catholic society, along with the breadth of vision we find a proportionate loss in depth and intensity. But the life of Sri Ramakrishna upsets all records of history. It is a remarkable phenomenon that in Sri Ramakrishna there has been an assemblage of ideas deeper than the sea and vaster than the skies.

We must interpret the Vedas in the light of the experience of Sri Ramakrishna. Shankaracharya and all other commentators made the tremendous mistake to think that the whole of the Vedas spoke the same truth. Therefore they were guilty of torturing those of the apparently conflicting Vedic texts which go against their own doctrines, into the meaning of their particular schools. As, in the olden times, it was the Lord alone, the deliverer of the Gita , who partially harmonised these apparently conflicting statements, so with a view to completely settling this dispute, immensely magnified in the process of time, He Himself has come as Sri Ramakrishna. Therefore no one can truly understand the Vedas and Vedanta, unless one studies them in the light of the utterance of Sri Ramakrishna who first exemplified in his life and taught that these scriptural statements which appear to the cursory view as contradictory, are meant for different grades of aspirants and are arranged in the order of evolution. The whole world will undoubtedly forget its fights and disputes and be united in a fraternal tie in religious and other matters as a consequence of these teachings.

If there is anything which Sri Ramakrishna has urged us to give up as carefully as lust and wealth, it is the limiting of the infinitude of God by circumscribing it within narrow bounds. Whoever, therefore, will try to limit the infinite ideals of Sri Ramakrishna in that way, will go against him and be his enemy.

One of his own utterances is that those who have seen the chameleon only once, know only one colour of the animal, but those who have lived under the tree, know all the colours that it puts on. For this reason, no saying of Sri Ramakrishna can be accepted as authentic, unless it is verified by those who constantly lived with him and whom he brought up to fulfil his life's mission.

Such a unique personality, such a synthesis of the utmost of Jnana, Yoga, Bhakti and Karma, has never before appeared among mankind. The life of Sri Ramakrishna proves that the greatest breadth, the highest catholicity and the utmost intensity can exist side by side in the same individual, and that society also can be constructed like that, for society is nothing but an aggregate of individuals.

He is the true disciple and follower of Sri Ramakrishna, whose character is perfect and all - sided like this. The formation of such a perfect character is the ideal of this age, and everyone should strive for that alone.


Teks bersumber dari Wikisource, domain publik. Diterbitkan pertama kali oleh Advaita Ashrama.