Arsip Vivekananda

Siapakah Guru Sejati?

Jilid5 lecture
274 kata · 1 menit baca · Notes from Lectures and Discourses

Terjemahan ini dihasilkan dengan bantuan AI dan dapat mengandung kesalahan. Untuk teks rujukan, harap merujuk pada teks asli berbahasa Inggris.

AI-translated. May contain errors. For accurate text, refer to the original English.

Bahasa Indonesia

SIAPAKAH GURU SEJATI?

Guru (pembimbing rohani) sejati adalah seseorang yang lahir dari waktu ke waktu sebagai gudang kekuatan spiritual yang ia wariskan kepada generasi-generasi mendatang melalui mata rantai berurutan antara Guru dan Shishya (murid). Arus kekuatan roh ini berganti arah dari waktu ke waktu, sebagaimana sungai yang deras membuka saluran baru dan meninggalkan yang lama untuk selamanya. Dengan demikian, terlihat bahwa aliran-aliran agama lama menjadi tidak bernyawa seiring berjalannya waktu, dan aliran-aliran baru muncul dengan kobaran api kehidupan di dalamnya. Orang-orang yang benar-benar bijaksana menyerahkan diri pada rahmat aliran tertentu yang melaluinya arus kehidupan mengalir. Bentuk-bentuk agama lama bagaikan kerangka tulang hewan-hewan yang pernah perkasa, tersimpan dalam museum. Mereka patut mendapat penghormatan yang semestinya. Namun mereka tidak dapat memuaskan kerinduan sejati jiwa akan Yang Tertinggi, sebagaimana pohon mangga yang telah mati tidak dapat memuaskan kerinduan seseorang akan buah mangga yang lezat.

Satu hal yang diperlukan adalah menanggalkan kesombongan kita — perasaan bahwa kita memiliki kebijaksanaan spiritual apa pun — dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada bimbingan Guru kita. Hanya Guru yang mengetahui apa yang akan membawa kita menuju kesempurnaan. Kita sama sekali buta terhadap hal itu. Kita tidak mengetahui apa pun. Kerendahan hati semacam ini akan membuka pintu hati kita bagi kebenaran-kebenaran spiritual. Kebenaran tidak akan pernah masuk ke dalam pikiran kita selama masih ada bayang-bayang sekecil apa pun dari Ahamkara (egoisme). Kalian semua hendaknya berusaha mencabut iblis ini dari hati kalian. Penyerahan diri sepenuhnya adalah satu-satunya jalan menuju pencerahan spiritual.

English

WHO IS A REAL GURU?

A real Guru is one who is born from time to time as a repository of spiritual force which he transmits to future generations through successive links of Guru and Shishya (disciple). The current of this spirit-force changes its course from time to time, just as a mighty stream of water opens up a new channel and leaves the old one for good. Thus it is seen that old sects of religion grow lifeless in the course of time, and new sects arise with the fire of life in them. Men who are truly wise commit themselves to the mercy of that particular sect through which the current of life flows. Old forms of religion are like the skeletons of once mighty animals, preserved in museums. They should be regarded with the due honour. They cannot satisfy the true cravings of the soul for the Highest, just as a dead mango-tree cannot satisfy the cravings of a man for luscious mangoes.

The one thing necessary is to be stripped of our vanities — the sense that we possess any spiritual wisdom — and to surrender ourselves completely to the guidance of our Guru. The Guru only knows what will lead us towards perfection. We are quite blind to it. We do not know anything. This sort of humility will open the door of our heart for spiritual truths. Truth will never come into our minds so long as there will remain the faintest shadow of Ahamkâra (egotism). All of you should try to root out this devil from your heart. Complete self-surrender is the only way to spiritual illumination.


Teks bersumber dari Wikisource, domain publik. Diterbitkan pertama kali oleh Advaita Ashrama.