Arsip Vivekananda

Tentang Sannyasa dan Kehidupan Berumah Tangga

Jilid7 lecture
177 kata · 1 menit baca · Notes of Class Talks and Lectures

Terjemahan ini dihasilkan dengan bantuan AI dan dapat mengandung kesalahan. Untuk teks rujukan, harap merujuk pada teks asli berbahasa Inggris.

AI-translated. May contain errors. For accurate text, refer to the original English.

Bahasa Indonesia

Berbicara mengenai kewajiban masing-masing dari seorang biarawan dan seorang kepala keluarga, Swamiji berkata:

Seorang sannyasin (pertapa pelepas dunia) sebaiknya menghindari makanan, alas tidur, dan sebagainya, yang telah disentuh atau dipakai oleh para grihastha (kepala keluarga), demi menjaga dirinya sendiri — bukan karena kebencian terhadap mereka — selama ia belum naik ke tingkat yang tertinggi, yakni menjadi seorang Paramahamsa. Seorang grihastha hendaknya memberi salam kepadanya dengan ucapan "Namo Narayanaya", dan seorang sannyasin hendaknya memberkati grihastha itu.

मेरुसर्षपयोर्यद्यत् सूर्यखद्योतयोरिव।

सरित्सागर्योर्यद्यत् तथा भिक्षुगृहस्थयो:॥

मेरुसर्षपयोर्यद्यत् सूर्यखद्योतयोरिव।

सरित्सागर्योर्यद्यत् तथा भिक्षुगृहस्थयो:॥

— Seumpama perbedaan antara gunung terbesar dengan biji sesawi, antara matahari dengan kunang-kunang, antara samudra dengan anak sungai, demikianlah jurang yang menganga lebar antara seorang sannyasin dengan seorang grihastha.

Swami Vivekananda meminta setiap orang mengucapkannya dan, sambil melagukan beberapa bait Vedanta, berkata, "Anda hendaknya senantiasa mengulang-ulang sloka-sloka ini bagi diri Anda sendiri. 'Shravana' tidak hanya berarti mendengar dari guru, tetapi juga pengulangan kepada diri kita sendiri. 'आवृत्तिरसकृदुपदेशात्-- kebenaran kitab suci hendaknya sering diulang sebab demikianlah ia telah berulang-ulang dianjurkan'-- dalam sutra Vedanta ini, Vyasa menekankan pentingnya pengulangan."

English

Talking of the respective duties of a monk and a householder, Swamiji said:

A Sannyasin should avoid the food, bedding, etc., which have been touched or used by householders, in order to save himself -- not from hatred towards them -- so long as he has not risen to the highest grade, that is, become a Paramahamsa. A householder should salute him with "Namo Narayanaya", and a Sannyasin should bless the former.

मेरुसर्षपयोर्यद्यत् सूर्यखद्योतयोरिव।

सरित्सागर्योर्यद्यत् तथा भिक्षुगृहस्थयो:॥

मेरुसर्षपयोर्यद्यत् सूर्यखद्योतयोरिव।

सरित्सागर्योर्यद्यत् तथा भिक्षुगृहस्थयो:॥

-- Like the difference between the biggest mountain and a mustard - seed, between the sun and a glow - worm, between the ocean and a streamlet, is the wide gulf between a Sannyasin and a householder.

Swami Vivekananda made everyone utter this and, chanting some Vedanta stanzas, said, "You should always repeat to yourselves these Shlokas. 'Shravana' not only means hearing from the Guru, but also repetition to our own selves. 'आवृत्तिरसकृदुपदेशात्-- scriptural truth should be often repeated for such has been repeatedly enjoined'-- in this Sutra of Vedanta, Vyasa lays stress on repetition."


Teks bersumber dari Wikisource, domain publik. Diterbitkan pertama kali oleh Advaita Ashrama.